Tapi aku belum bisa seperti itu, Timur. Aku belum punya kesabaran yang macam begitu.
Untuk bersabar bagiku masih suatu hal yang perlu terus-menerus diingatkan. Sebab aku memang bukan orang yang sabar. Padaku, hal-hal yang berkemampuan membuat tidaksabar selalu datang begitu saja, seperti luka teriris pisau saat mengupas mangga, atau lecet pada kaki waktu jatuh dari sepeda, dan di titik itu aku mungkin akan kesal pada sebab tidak hati-hati atau mungkin menyalahkan gravitasi. Tapi yang seperti itu tidak bisa jadi obat. Padahal sabar itu obat.
Jadi, di titik ketika aku sadar aku mulai tidak sabar tapi harus bersabar, yang akan kulakukan ialah mengambil jeda sebentar untuk bicara ke diriku sendiri "kamu harus sabar, mel!".
Begitu.