Showing posts with label karena. Show all posts
Showing posts with label karena. Show all posts

Wednesday, December 07, 2011

kepada Timur

Yang aku percaya, sabar berarti ketidakterbatasan. Menjadi sabar berarti tepat seperti yang kamu katakan, cuma perlu satu detik, ya itu setiap detiknya. Bagiku, para penyabar mutlak berarti mereka yang hatinya luas, sebab itu tadi, kesabaran menurutku tidak berbatas.
Tapi aku belum bisa seperti itu, Timur. Aku belum punya kesabaran yang macam begitu.

Untuk bersabar bagiku masih suatu hal yang perlu terus-menerus diingatkan. Sebab aku memang bukan orang yang sabar. Padaku, hal-hal yang berkemampuan membuat tidaksabar selalu datang begitu saja, seperti luka teriris pisau saat mengupas mangga, atau lecet pada kaki waktu jatuh dari sepeda, dan di titik itu aku mungkin akan kesal pada sebab tidak hati-hati atau mungkin menyalahkan gravitasi. Tapi yang seperti itu tidak bisa jadi obat. Padahal sabar itu obat.

Jadi, di titik ketika aku sadar aku mulai tidak sabar tapi harus bersabar, yang akan kulakukan ialah mengambil jeda sebentar untuk bicara ke diriku sendiri "kamu harus sabar, mel!".

Begitu.

melyn sayang

Karena kalau bukan aku yang memakainya, memangnya akan siapa?


Thursday, November 03, 2011

Kenapa Terus Menerus Menulis Surat?

Tidak ada jawaban pasti untuk beberapa pertanyaan. Pun dengan ini.

Barangkali alasannya hanya karena waktu. Hanya karena sekarang aku sedang begini dan merasa perlu melakukan ini. Memuntahkan huruf lewat surat. Karena sesuatu yang tidak tersampaikan itu sebegitu mengganggunya dan karena cuma ini cara yang aku punya.

Jadi aku pura-pura saja mereka itu mendengarkan seperti layar. Pura-pura pesanku sampai.

UA-111698304-1