Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Sunday, May 11, 2014

Nggerus...

"bareng-bareng terus ya :)”
“yang penting masih bisa atur jadwal kumpul lah”
“yang penting masih bisa ketemu sesekali lah”
...
“dia apa kabar ya?”
“udah lama ngga ketemu”
“kangen juga pengen ketemuan”
...
people come and go, selagi masih bisa kumpul, usahakanlah kumpul
...
nikmatin kebersamaan, while it lasts
...
nyatanya ilang temen yang biasanya suka ngumpul bareng lebih nyakitin daripada putus sama patjar,
...
masa-masa ngajakin ke warkop rame-rame malem-malem tinggal main berangkat aja,
...
dulu sih mau kumpul tinggal kumpul
lama-lama
diajakin via grup chat yang ngerespon makin dikit
makin dikit
makin dikit
...
sampe masing-masing udah sibuk sendiri-sendiri.
kalo udah gini, ya ngga bisa nyalahin siapa
-siapa, emang masanya udah habis :’)
...
“sukses lah bro, see you on top”
:’)
...
ada satu titik masa di mana lo seolah ngeliat ke belakang, terus sadar kalo temen2 yang dulu barengan satu2 pada hilang. Is it just me? or,
...
coba liat foto yang lagi bareng-bareng sohib-sohib lo dulu sob
...
kita cuma kebetulan aja jalannya lagi ketemu di kuliah ini, nanti pisah, semoga jalannya sempet singgungan lagi kapan-kapan
...
see the happy and silly faces in there
...
people come and go, memories from time we've spent with them stay
...
skripsi merusak persahabatan, sejak mulai, prosesnya bikin sibuk, sampe akhirnya pada kelar dan misah-misah
...
all the good things, will it ends?
it will
...
dari yang mau nyapa tinggal nyapa
sampe kalo mau nelepon mesti tanya dulu lagi sibuk ngga
...
dari yang asal main tag foto-foto konyol temen-temen
sampe yang mau ikut komen aja ragu karena banyak komen dari temen-temen barunya dia
...
dari yang kalo mau chat ngga perlu ada topik aja bisa seru
sampe yang mau mulai chat temen lama aja nunggu ada perlu/topiknya dulu
...
dari yang udah ngga tau malu minjem duit
sampe yang segen sekedar mau tanya kabar doang
:’)
...
jangan remehkan secuil perasaan kangen
...
Akhirnya cuma berani scrolling news feed temen-temen lama, I’m happy that you are all ok, guys.
...
dari yang main pinjem aja baru bilang,
sampe yang; nanti deh, takut ganggu 
...
kalian adalah temen-temen terbangke, terkampret, ter-annoying; gue pengen kalian gangguin kayak dulu lagi, dammit!"
...
“nanti juga bisa lah kumpul lagi”
is the evilest lie we told ourself
...
the first thing you’ll realize when you wake up tomorrow morning is: it’s all gone!
...
sayangnya kangen itu datengnya ngga barengan; pas kita kangen mereka yang dikangenin lagi ngga kangen. Dan sebaliknya.
...
kalo ada yang ngajak ngumpul, usahakan kumpul walau ngga lagi kangen-kangen amat. Who knows it’s their last, or yours
...
jangan nunggu susah-seneng-bareng sampe jadi susah-ngumpul-bareng
...
Jangan sampe susah banget diajak kumpul sampe temen-temen ngga ngajak lo kumpul lagi
...
masa-masa kita bener-bener bikin effort buat ketemuan, bukan sekedar kalo waktunya luang doang…
###
@yeahmahasiswa


menemukan ini melayang-layang di beranda,
meskipun saya percaya bahwa masih butuh bertahun-tahun lagi hingga akhirnya benar-benar merasakan kehilangan seperti ini,
membaca. ini. tetap. saja. rasanya. nggerus...
dear you all, mahendra bayu troopers 

Thursday, January 30, 2014

katanya,


Apa? Apa? Mau protes kah?
Saya juga nggak tahu ini apa, yang jelas malam ini saya menemukannya. Disela hati rusuh akibat kamu yang tidak lepas menempeli pikiran saya, yang membuat saya malam ini belum juga bisa memejamkan mata bahkan meski sudah jam dua.

Saya mengambil kata-kata ini sebagai mutiara yang menentramkan hati. Membuat mood saya kembali cerah ceria. Tenang saja, saya tidak pernah punya doa khusus untuk mempertahankan kamu.
Saya hanya percaya bahwa Tuhan punya maksud khusus membuat kita bertemu.

I just have a faith on you.

Tuesday, September 17, 2013

repost Tereliye

Orang2 yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa2nya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.

Maka aku memilih senyap ini bersama amiin yang diam-diam. Sebab Allah lah yang paling tau yang terbaik untuk rindu-rindu yang redam dan tenggelam.

Thursday, January 24, 2013

Jomblo's Quote: Eps. Buka Kerang

.....lagi makan kerang.

"Gimana sih cara ngebukanya? Kok gue gak bisa-bisa?"
"Ah elu, udah ngambil sendok ngambil garpu, buka kerang aja masih nggak mampu. Gue cuma pake tangan bisa."
"Ini tandanya gue keren, men. Artinya, dalam melakukan sesuatu, segala cara bakal gue tempuh."

Lalu dengan wajah menerawang dan suara yang mengawang seorang tetangga tiba-tiba saja berujar, "coba punya cowok ya, pasti deh dibukain"
.
Melotot, "aelahlu, kita itu harus jadi single yang mandiri, masa ngebuka kerang aja mesti nyari laki."

Lalu ada tawa kami yang meledak. Bingar di udara.


-Sebab  kadang hidup itu menyebalkan, maka kita tertawa saja. Ya? :)

Saturday, June 16, 2012

if i ask u will u marry me would u say i do?


Untuk seseorang yang menanyakan ini setelah bertahun-tahun menyiakan, selayaknya ia dilempar ke laut kan?
Emang sial!

Sunday, April 15, 2012

i love meeting people

me, either! :D

-life traveler halaman satu lima dua-

Sunday, March 18, 2012

but at one point or another

~

"A guy and a girl can be just friends, but at one point or another, they will fall for each other.. maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever..."
-500 days of summer-

just move


Aku memberitahukan pada dua orang temanku bahwa airmata itu ternyata hangat. Salah satu dari mereka bilang bahwa yang jelas air mata itu asin. Yang satu lagi malah tidak percaya.

Sejujurnya, aku juga baru tahu kalau ternyata airmata hangat. Hari ketika terasa ada yang retak dan yang bisa kulakukan cuma menggeletak. Memutar lagu Better That We Break-Maroon5 keras-keras, lalu lumpuh dengan kepala kosong.




Tapi itu hari yang lalu.
Titik ketika apa yang pernah melintas di pikiranku dulu ditagih. Pada diriku sendiri, aku pernah bilang bahwa aku mungkin akan berhenti ketika waktunya tiba, dan sekarang waktunya. Sejujurnya ini yang paling membuat patah. Aku merencanakan menyukai orang itu paling tidak untuk dua belas bulan kedepan. Hanya suka saja, diam-diam, tersimpan, lalu sudah. Kenyataan bahwa semuanya harus dicut tiba-tiba dan bahkan dengan paksa pula ternyata melumpuhkan, atau ternyata perasaan itu tumbuh  diam-diam melebihi apa yang selama ini kuperkirakan.

Kak Nadia menghiburku, bilang bahwa aku tidak harus berhenti sekarang kalau memang masih ingin melanjutkan. Mungkin menurutnya ini patah hati yang tidak perlu, jenis patah hati yang dapat dengan gampang dikomentar "kamu sendiri yang mau". Tapi bagiku, masih lebih baik memilih patah hati sekarang daripada luka yang muncul nanti-nanti. Retak besar yang sekarang bisa langsung diobati dan kubalut dengan baik, lalu sembuh. Sedangkan tetap melanjutkan dengan situasi yang sekarang, sama saja dengan mengundang retak-retak kecil di kemudian hari yang tidak bisa diprediksi. Dan ketika retak kecil itu hampir sembuh, retak yang lain akan muncul satu-satu.

Tapi ini sama sekali bukan soal menyukai dan minta disuka balik seperti yang Kak Nadia pikirkan. Aku jelas-jelas tahu betapa apa yang kupendam jelas-jelas tidak punya masa depan. Tidak ada arahnya, tidak tau mau dibawa kemana. Aku memutuskan berhenti karena aku harus berhenti.  Karena ada luka masa depan yang harus disingkirkan. Persis konsep memilih yang pernah kami diskusikan pada suatu malam. Bukankah orang-orang memilih apa yang mereka paling tahan? Ada orang-orang yang merasa sakit ketika bertahan, tapi tetap memilih itu karena melepaskan ternyata lebih sakit.
Ada orang-orang yang merasa sakit ketika memilih bercerai, tapi bisa jadi, bersama bagi mereka jauh lebih sakit dan sulit.

Di tempatku tinggal, aku belajar arti kata move on dari seseorang yang menurutku telah mencintai dengan hebat, jelas-jelas tidak punya harapan, berusaha keras untuk lepas, sedikit demi sedikit, tapi tetap tidak bisa melepas sepenuhnya karena memang dia tidak bisa. Dia cuma tidak mampu memilih itu. Untuk kasusku semuanya tinggal dibalik saja. Aku mengakhiri karena memang harus aku yang mengakhiri, karena dia tidak pernah memulai. Dari awal ini adalah apa yang disebut orang-orang sebagai sebelah tangan. Aku tidak memilih bertahan atau melanjutkan karena memang aku tidak mampu memilih itu. Cut! tanpa Ctrl+V! Aku punya diriku sendiri yang harus aku bela, karena kalau bukan aku, memangnya akan siapa?

Kemarin, aku tersadar lagi lewat kata-kata Alifa yang ia lontarkan dengan rasa heran sewaktu aku menceritakan tentang orang itu setelah beberapa hari berada dalam fase plis-nama-itu-jangan-dulu-disebut!
"Kok lo seneng banget, mel? Memangnya lo nggak sedih?"

Aku kembali ingat pada airmataku yang hangat itu.

Aku memercayai bahwa airmata adalah rasa sedih yang meleleh dari hati. Pertanyaan Alifa membuatku berpikir bahwa jangan-jangan kesedihan-kesedihan itu sudah leleh sepenuhnya, meleleh jadi airmata. Hangat mengalir dari mata. Lalu aku move on.


maka sekarang, apa yang aku janjikan dalam kertas dan pena itu bisa nyata, kan?

Friday, December 16, 2011

bang ahmad fuadi

luangkan waktumu untuk menulis cerita-cerita itu. 3 jam? 2 jam? 1 jam? Setengah jam? Yang terpenting ialah bagaimana kamu menulis setiap hari. Every single day.
Jadi begitu, mel! Buka file itu setiap hari. Jangan diabaikan lagi.
Janji ya?

dan enggak cuma menulis. Sinau juga. Ya? :)

Tuesday, July 26, 2011

in beastly



Having A Coke With You
Having a coke with you
is even more fun than going to San Sebastian,
Irún, Hendaye, Biarritz, Bayonne
or being sick to my stomach on the Travesera de Gracia in Barcelona
partly because in your orange shirt you look like a better happier St. Sebastian
partly because of my love for you
partly because of your love for yoghurt
partly because of the fluorescent orange tulips around the birches
partly because of the secrecy our smiles take on before people and statuary
it is hard to believe when I'm with you that there can be anything as still
as solemn as unpleasantly definitive as statuary when right in front of it

in the warm New York 4 o'clock light
we are drifting back and forth between each other like a tree breathing through its spectacles

and the portrait show seems to have no faces in it at all
just paint
you suddenly wonder why in the world anyone ever did them
I look at you
and I would rather look at you than all the potraits in the world
except possibly for the Polish Rider occasionally and anyway it's in the Frick
which thank heavens you haven't gone to yet so we can go together the first time
and the fact that you move so beautifully more or less takes care of Futurism
just as at home I never think of the Nude Descending a Staircase or
at a rehearsal a single drawing of Leonardo or Michelangelo that used to wow me
and what good does all the research of the Impressionists do them
when they never got the right person to stand near the tree when the sun sank
or for that matter Marino Marini when he didn't pick the rider as carefully
as the horse

it seems they were all cheated of some marvelous experience
which is not going to go wasted on me which is why I am telling you about it

Saturday, July 23, 2011

like being here with you




*from triangle

kamar biasa kala insomnia
sehabis terbangun dari "ketiduran" di kamar mita

Tuesday, July 12, 2011

kata Pak Manager =9




even if it's a horrible experience,
don't u think it's better than nothing?

Tuesday, June 07, 2011

that's what Beth's Dad said

Sayang, Kau tidak bisa belajar dari kesalahanku.
Kau harus keluar dan membuat kesalahanmu sendiri.
Mungkin Kau akan patah hati, atau
menjalani kisah cinta terhebat di dunia.

tapi Kau takkan tau tanpa mencoba.

*from when in rome

right things to do

Casey: So what happened?

Jane: He needed to know the truth.

Casey: You could have told him face-to-face. I mean, I know my moral compass doesn't exactly point due north, but... if I say something's wrong, something's wrong.

Jane: You're the one who's always telling me to stand up for myself.

Casey: Yeah, but that's not what you did. What you did was unleash twenty years of repressed feelings in one night. It was entertaining, don't get me wrong, but if it was the right thing to do, you'd feel better right now. Do you feel better right now?

if it was the right thing to do, you'd feel better right now.
Do you feel better right now?

*from 27dresses

Sunday, June 05, 2011

jangan lupa shalat.

ini nasehat paling indah,
yang bisa didengar anak dari seorang ayah.

hari minggu sore tanggal 3 rajab
menemukan banyak nasehat indah ini dalam buku Meusyen Resa dan teman2

Wednesday, June 01, 2011



from http://stellacooper.tumblr.com/photo/1280/6033898522/1/tumblr_lm233yQYCP1qcgzjh

Thursday, May 12, 2011

*07: mencintai yang spektakuler

karena mencintaimu adalah mencintai engkau tanpa alasan

seseorang yang baru aku temukan ini bisa jadi merupakan representasi sempurna dari lelaki dalam lagu the man who can't be moved - script yang merupakan salah satu lagu favoritku.

aku baru tahu ada cara mencintai yang seperti ini. mencintai yang seperti ombak. barangkali memang susah dipahami. sama seperti keherananku melihat ombak pantai menganti tempo hari.
bukankah melelahkan? apa tidak bosan?
aku tidak habis pikir bagaimana sesuatu semacam ini bisa bertahan.

dulu, aku sering prihatin melihat seseorang, terlebih lagi laki-laki yang dikutuk stuck pada satu perempuan. rasa2nya gatal kepingin berteriak di telinga mereka, "hey, agam! hidup harus tetap dilanjutkan!"
tapi sekarang, aku melihat mereka yang stuck pada satu perempuan tidak lagi dengan pandangan meremehkan. ajaib, mendapati aku sekarang memandang ketidakmampuan untuk melupakan itu sebagai sesuatu yang sangat berpendirian.

well, bisa jadi ini karena sekarang aku mulai paham bahwa ketika ada seseorang yang menyatakan suka, 'sampai kapan' adalah pertanyaan selanjutnya.
dan menemukan seseorang yang bisa seteguh ini dalam mencintai, yang tetap bertahan dalam sebuah perasaan tanpa peduli meski hatinya remuk disana sini, entah kenapa sepertinya begitu pemberani.

aku ingat percakapan singkat diatas kereta progo antara aku, tika dan kak adhin. waktu itu entah kenapa obrolan kami sampai pada cerita kakak angkatan boi yang pada akhirnya berhenti mengejar maupun menyediakan hati untuk seorang teman sekelasnya yang sudah lama ia sukai. padahal dulu, kakak tingkat boi ini sempat dinominasikan sebagai pejuang cinta tanpa tandingan.

aku ingat komentar tika yang waktu itu ikut kuamini juga. bahwa mengejar perempuan itu seperti terus melempar lumpur pada tembok putih. tidak mungkin bisa merobohkan, dan pengabaiannya memang menyakitkan. tapi lumpur yang terus dilemparkan toh akan ada jejaknya. berbekas. mau tidak mau, suka tidak suka. laki-laki cuma perlu tidak menyerah.

mendengar itu, kak adhin menimpali. "bagaimanapun kita harus melihat impactnya. menguatkan atau malah melemahkan. membahagiakan atau malah menyiksa. membebaskan atau malah membelenggu. kalau ternyata terus mengejar itu melemahkan, membelenggu dan tidak membahagiakan barangkali memang harus disudahi, karena selalu ada batas dimana kita harus berhenti."

saat itu aku sadar, dalam mencintai setiap orang memiliki pilihannya sendiri. ada yang memilih bertahan, lebih banyak yang memilih melepaskan. semua tergantung kapasitas. mana yang kesakitannya lebih dapat kita tahan. melepas? atau tetap tinggal? aku percaya keduanya tidak ada yang mudah.

dan untuk kalian yang memilih setia, yang paling paham apa itu rasanya tertolak, yang pada hatinya telah terdapat banyak retak dan koyak. yang memilih untuk tetap bertahan dan mengejar, mengejar dan bertahan. kalian itu BRAVO ! Sungguh!


kamar 14 mahendra bayu lewat pukul 10
malam ini gerah sekali
berkhianat lagi pada tulisan mandi dua kali sehari


UA-111698304-1