Showing posts with label tetangga. Show all posts
Showing posts with label tetangga. Show all posts

Thursday, October 25, 2012

then i'm speechless and in love.




superthanks to you :'''')))

setelah ini saya akan sholat dzuhur lalu tidur. punggung saya hangat oleh salon pas. perut saya nyaman dengan aroma vicks yang menenangkan. lalu kamu akan pulang dan demam saya akan begitu saja hilang.

dan rasa terima kasih saya, tidak akan pernah bisa dengan pas kamu terima karena memang tidak ada kata-kata yang mampu menampungnya.

Terima Kasih yang sangat banyak :)

Wednesday, June 06, 2012

hujan bulan juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
-Sapardi Djoko Damono- 

Maka, kudoakan kamu bisa setabah sebijak dan searif hujan di bulan juni hari ini, bei.
Iya, hujan hari ini turun buat kamu.
Love you :*

Friday, June 01, 2012

then we got blue and orange


File foto-foto ini saya namai sesi gale galau. 
Bermula dari kegalauan tingkat akut yang mendera seorang  Nurjannah Melynda sehabis melakukan aksi pengkepoan terhadap seseorang yang dulunya pernah menjadi inti pembicaran dari beberapa tulisan-tulisan galau yang dipostkan di kantong plastik ini. Akhirnya aku iyakan juga ajakan si Zahra Aulianissa Agoes ke Mall Galleria.


Niatnya, kami ke Galleria itu ialah untuk fotobox bersama. Kebetulan, baju kiriman online shop yang dibeli Zahra 2 hari lalu datang tepat sebelum kami berangkat. Maka begitulah, aku dan Zahra keluar kosan dengan baju kembar. Semacam cara menjadi pusat perhatian tanpa perlu bersusah payah. Taraaahh..

 

Very Hell, ternyata fotobox yang ada di Mall itu tutup. Tulisan yang ada di sana sebenarnya "Mohon maaf, istirahat sebentar." Tapi akhirnya, setelah gentayangan lumayan lama di TimeZone yang ada tepat didepan mesin untuk fotobox-an, aku dan Zahra memutuskan percaya bahwa kata istirahat sebentar pada mesin fotobox itu adalah istirahat hingga lebaran 13 januari tahun depan (emang taun depan lebaran di bulan januari? *nanya ke rumput)

Hingga akhirnya, kami berdua memutuskan mendatangi Yusan yang sedang terkapar tidak berdaya dalam rangka galau skripsi di area tempat makan di lantai 3 juga. Kondisinya saat itu lumayan mengenaskan: kepala   menggeletak di meja, laptop terbuka di depannya. Horrific!

Tapi, mataku yang jeli tidak terpengaruh pada pemandangan yang memilukan hati itu. Aku melihat potensi yang tersia-sia pada laptop yang terbuka. Dan begitulah...
Maka, yang selanjutnya terjadi adalah apa yang dapat disebut sebagai naluri alamiah remaja galau+patah hati mesin fotobox tutup tatkala melihat laptop berwebcam nganggur. :D

 
semacam burung hantu kembar yang tertukar xP

Special Thanks buat Kak Yusan yang sudah sudi mencet tombol oke webcam laptopnya untuk hampir seluruh foto. It's such our luck to found u there, kak :)

dan sekarang, mari doakan Kak Yusan masuk surga juga cepat kelar skripsinya.
Ameen..
Salam Burung Hantu.

Sunday, May 13, 2012

Roti Bakar seberang Gading Mas

Menurutku bi, salah satu hal paling menyenangkan di dunia ini adalah makan roti bakar di pinggir jalan Kaliurang. Iya, roti bakar panas-panas yang mangkal di seberang gading mas.

Dulu, pada masa-masa awal semester satu, aku selalu memesan roti bakar keju-keju, itu favoritku. Bapak penjualnya bahkan sampai sudah hapal, aku dan seorang tetangga yang selalu berdua kemana-mana itu akan menunggui roti bakar kami dengan wajah memelas, lalu si Bapak akan tanpa sungkan menghadiahi kami parutan keju melimpah ruah dan kami akan tanpa malu-malu menerima sekantong roti bakar itu dengan wajah sumringah. Lantas pulang ke kosan, memakannya dengan tamak, setengah berkompetisi dalam hal berebut potongan roti dengan keju paling banyak. Dan rasanya enak.

Dulu mengingat ini sakit bi, maka aku berhenti datang dan membeli roti bakar. Sebagian karena aku tidak punya jawaban setiap kali si bapak bertanya "teman kamu mana?". Memangnya aku mau jawab apa? Waktu itu aku cuma cengengesan bi, meringis. Lama-lama aku capek meringis. Dan terus menerus ditanyai dengan pertanyaan yang sama tanpa bisa menjawab itu rasanya.. tidak enak. Tapi ada masa-masa tertentu aku nekat membeli roti bakar sendirian. Sendirian pula melahapnya di kosan. Rasanya keju-keju campur airmata. Roti bakar ini juga lebih cepat dingin dari biasanya.

Tapi yang namanya waktu bi, bisa merubah manusia. Keadaan berubah, manusia berubah, apa yang tadinya luka bisa sembuh juga lama-lama.

Sekarang roti bakar favoritku rasa cokelat-keju. Tidak perlu menunggu sampai di kosan dan menahan air liur menetes-netes di jalan, sekarang aku lebih suka makan langsung di tempatnya. Sembari mengagumi lampu-lampu kenderaan yang menyorot silau sekaligus indah. Lalu berharap ada satu saja bintang yang kelihatan di langit malam yang penuh awan hitam. Kalau cuaca cerah, bahkan lebih spektakuler. Bayangkan saja kamu makan roti bakar dikelilingi cahaya, bahkan juga di atas kepala. Lalu bayangkan juga ada seorang teman di sebelahmu, lawan bercerita ini itu, atau ralat: telinga yang mampu mendengar semua kecerewetanmu tanpa mengeluh. Rotinya memang jadi dingin karena kamu tidak berebutan memakannya cepat-cepat. Tapi hati kamu hangat.


p.s: dan aku berharap kita tetap bisa seperti ini, hei teman makan roti bakar yang menyenangkan. duduk mengagumi lampu bersama sambil bercerita: menunggu roti bakar kita. terima kasih untuk tidak menghiraukan sms "udah mau pulang"-ku tadi malam dan tetap datang. Ayo malam ini kita ngeroti bakar lagi :')

Tuesday, April 24, 2012

Cat & Fish


Boneka dan bola ikan ini pemberian 2 orang tetangga saya yang ultra baik hati. Bukan! bukan mbak-mbak depan kosan yang perhatian tapi sering marah-marah itu, tapi kos-kosan cowok di blok seberangnya. Yang dari beranda kos-kosan saya, jelas-jelas kelihatan batu bata merah pembangun dinding-dindingnya.

Awalnya saya sempet mau nangis waktu dikasih boneka kucing item ini. Serem. Mau dibalikin, nggak enak sama yang ngasih. Minta tuker sama boneka yang lain kok kayaknya nggak tau diri. Jadi akhirnya atas ide Azka dan Alifa, saya tempel-tempel aja bonekanya pake double tip, ternyata lumayan juga. Paling nggak dia udah punya mulut biar bisa senyum. Udah punya alis jadi nggak perlu menderita kalo-kalo nggak sengaja liat tuyul. :D

Temen saya yang ngasih ini emang jago banget crafting, jadi ini dia yang bikin. Keren kan? padahal cowok loh, tetangga saya itu, cakep, baik, pinter, romantis, penyayang binatang dan JOMBLO! ayoo siapa yang mau? *ahaa.. promosi.

Boneka ini saya namain kucing. Jangan ada yang bilang-bilang dia ya kalo sebenernya dia itu cuma boneka  dan bukan kucing beneran. Tiap hari saya bakal panggil dia kucing biar dia nggak kalah pede sama kucing-kucing beneran di luar sana. Jangan pernah minder, cing *kucing* kamu nggak kalah unyu kok sama kucing-kucing asli. Zahra aja bilang kamu lucu, lebih lucu dari boneka singa punya dia. *mulai gila ngomong sama boneka.

And last, saya mau kenalin juga bola ikan pemberian tetangga saya yang satunya. Dia beli ini malem-malem  begitu bangun tidur di kereta ekonomi. Katanya, dia inget saya waktu liat bola ikan ini.. Mudah-mudahan aja itu karena saya lucu kayak bola ikannya bukannya karena saya amis kayak ikan yang di dalem bola. :P
Karena kalo ditabok bolanya bisa nyala kelap kelip, dulu2 saya nyebutnya bola klabing. Kalo dibanting di tempat gelap, seru banget, kita bisa ajep-ajep. Tapi sekarang bola ikannya udah saya kasih nama, namanya Geronimo. Itu karena di dalem bola ada ikan 2 biji, yang kecil warna merah namanya Gero, yang gede ekornya orens namanya Nimo. Jadi deh Geronimo. Belakangan-belakangan saya baru tau kalo ternyata Geronimo itu nama radio.

bola ikannya bisa nyala kalo ditabok

Lalu, lalu.. inti tulisan ini apa?
Seperti biasa saya emang mau berterima kasih lewat tulisan. Iya, karena kata-kata itu lemah dan cepat hilang, saya mau berterima kasih juga lewat tulisan. Pada tetangga-tetangga saya itu.

Jadi, terima kasih ya,
saya senang kita bertetangga :')


sebelum mengerjakan tugas MID karawitan
semangatin saya ya cing *ngomong sama kucing*

Tuesday, March 27, 2012

Trims :)

Seberapa banyak sebenarnya ungkapan terima kasih bisa dituliskan?
atau diucapkan?
Dan kebaikan itu, sebenarnya seberapa luas?
Sesakti apa sampai-sampai bisa dengan begitu saja membuat sepotong hati jadi hangat?

Intinya adalah, aku masih belum merasa cukup berterima kasih pada orang-orang yang entah bagaimana caranya tidak pernah merasa berat menyediakan kebaikan-kebaikan itu. Kebaikan-kebaikan yang membuat hati hangat itu.

Jadi terima kasih ya,
untuk Zahra dan Yusan. Terima kasih untuk 5 hari yang seperti mimpi kemarin. Untuk saling menjaga hingga merayu dan mengancam dengan berbagai cara hanya supaya aku bersedia diobati lukanya.
untuk Bang Hilmy. Terima kasih sudah sabar menungguku lama hanya untuk dua keping dvd. Untuk jus yang mencair. Untuk 2 butir telur rebus. Untuk mendoan yang terlanjur dingin. Untuk saling menatap yang cuma sekejap.
lalu untuk Angga. Terima kasih untuk es krim yang tidak terduga.

Terima Kasih.
Selamat dini hari :D
UA-111698304-1