Showing posts with label finland. Show all posts
Showing posts with label finland. Show all posts

Saturday, February 24, 2018

WINTERTRIP KUUSAMO: Menghabiskan Waktu di Angry Birds Activity Park



24 Februari 2015

Setelah kemarin lelah (dan beku) seharian di Ski Resort Ruka, jadwal hari ini lebih santai. Kebanyakan kami leyeh-leyeh di hotel, belanja dan menikmati fasilitas yang ada di Kuusamon Tropikki.


Pagi itu kami bangun agak siang, turun buat sarapan pun kira-kira jam 10-an. Menu sarapan di hotel, biarpun judulnya buffet tapi sebenarnya sama aja kayak di rumah, cuma tentu variasinya lebih banyak. Ya nggak jauh-jauh dari oatmeal, roti, sereal, omelet, sosis, bacon, pancake dan waffle. Minumnya yaa biasa, teh, kopi, susu dan jus.

Cuma bedanya di hotel disediakan tempat khusus untuk makanan gluten free.

Habis sarapan kami langsung balik lagi ke kamar. Seperti biasa setiap kali stay di hotel, Maria dan Heikki pasti ada meeting di hari kedua sebagai member holiday club, saya juga nggak ngerti ini meetingnya ngapain, tapi yang jelas ini lah alasan kenapa hostfam sering banget staycation di hotel-hotel holiday club. Soalnya dengan jadi member holiday club (kalau nggak salah istilahnya owner, cmiiw) mereka selalu dapet potongan harga khusus tiap liburan.

Selama Maria dan Heikki meeting, anak-anak nonton Netflix sementara saya tentu lanjut chitchat sama Ka Salam. Kira-kira 1 jam kemudian Maria dan Heikki balik. Kami pun siap-siap karena mau makan siang dan belanja-belanja. Seperti biasa kalo makan di luar pasti kami ke gerai fastfood, waktu itu pilihannya jatuh ke McD atau kalo istilah slang nya Finlandia, Mekkari. Saya juga nggak tau kenapa mereka nyebutnya Mekkari dan bukannya Mekdi. 😕

Friday, February 23, 2018

WINTERTRIP KUUSAMO: Asiknya Bermain Ski di Rukatunturi


23 Februari 2015

Hari itu sehabis sarapan, kami langsung siap-siap cabut ke ski resort yang ada di Ruka. Jaraknya nggak begitu jauh dari hotel, sekitar 22 kilometer. Pagi itu Rukatunturi udah lumayan rame, kami pun langsung pada rusuh ganti snowsuit di parkiran. Heikki dan Maria sibuk makein sepatu ski ke anak-anak, termasuk saya, wkwkkw.

Thursday, February 22, 2018

WINTERTRIP KUUSAMO : Hiljainen Kansa

Orang-orang bermain ski di Ski Resort Ruka

Yeah akhirnya hari kamis lagi, saatnya nulis tentang travelling. Sebenernya awalnya mau nulis cerita perjalanan saat traveling solo pertama kali ke Helsinki, yang mana akhirnya sempet bikin agak trauma traveling di musim dingin tanpa hostfam.

Tapi ternyata hari kamis ini bertepatan dengan tanggal 22 Februari ya, dan ngomong-ngomong, 22 Februari itu tanggal keramat saya sama Ka Salam. wehehehe... Ya gimana nggak keramat kalo itu hari Ka Salam ngelamar saya pertama kali secara personal. Eciyee.. Uhuy. Ah jadi maluk.

Nah pas Ka Salam ngelamar ini, kebetulan saya juga lagi travelling sama hostfam, so kebayang kan kenapa trip satu ini bener-bener trip kenangan banget. 

Ye gimana nggak kenangan kalo liburannya sambil baper berdebar-debar dan senyam-senyum sendirian.

Thursday, January 04, 2018

JELAJAH KETUNLENKKI: Pengalaman Tersesat di Taman Nasional Repovesi


Ketunlenkki the fox trails

Hari minggu tanggal 14 September itu cerah dan sejuk. Pagi pagi sehabis sarapan, tiba-tiba Maria masuk ke kamar dan mengajukan tawaran hiking dadakan.

"Hari ini cuacanya bagus," begitu mungkin ujarnya dalam bahasa Finlandia, melihat gelagatnya menunjuk-nunjuk langit biru di luar jendela.

"10 menit lagi kita berangkat," tambahnya lagi, kali ini dalam bahasa Inggris.

Aku pun langsung bersiap-siap dengan semangat. Ganti celana, tarik kerudung dan jaket ajaib Rampoe UGM yang entah kenapa selalu sejuk dipakai saat cuaca panas, tapi bisa bikin hangat saat cuaca dingin.

Nggak lama semua orang udah siap di dalam mobil. Aku duduk di depan, bersama Maria dan Heikki yg menyetir. Iya jadi mobil hostfamily-ku itu emang bagian front row-nya tipe benches seat yang muat diisi 2 penumpang. Kira kira satu jam kemudian, kami pun sampai di sebuah area parkir taman nasional.

"Repovesi Kansallispuisto" begitu yang terbaca di depan gerbang masuk.

Thursday, May 18, 2017

Stockholm & My First Cruise Ship

If you're still up when the ships in the port prepare to set sail
Comb the beach and put those blue flowers up in your ponytail
***Captains and Cruise Ships, Owl City***

Helsinki dingin dan kelabu saat saya memandanginya dari balik kaca jendela yang basah. Sore hari di penghujung musim gugur waktu itu, gerimis turun tipis-tipis bersama kabut tebal berair melingkupi seluruh kota.

“Ini dia, akhirnya,” kata saya dalam hati sembari menempelkan pipi pada kaca jendela mobil yang dingin. ”Helsinki!”

Bulan kedua saya berada di Finlandia, ini pertama kalinya saya ke Helsinki. Bertahun-tahun tinggal di Aceh pada masa-masa konflik dan tsunami membuat nama Helsinki sungguh tak asing lagi sedari saya kecil.

Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai ho(s)t dad saya memasuki sebuah area parkir terbuka tepat di sisi kanal. Rombongan kami berangkat dari Pertunmaa menuju Helsinki dengan 3 mobil, terdiri dari keluarga Kappanen (7) dan keluarga Mäntynen (7) plus dua anggota tambahan yaitu Elsa dan salah satu teman dekat anak tertua keluarga Mäntynen. Totalnya 16 orang.

Silja Serenade


Kapal Silja Serenade yang akan kami tumpangi dijadwalkan berangkat pukul lima sore, menempuh perjalanan mengarungi laut baltik selama kurang lebih 17 jam dari pelabuhan Olympia dan akan menepi di Stockholm selama 7 jam untuk kemudian berlayar kembali ke Helsinki pada jam yang sama. Jadi total perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih selama 41 jam.

Monday, January 05, 2015

Jangan Mengutuk Dingin.


Keluar dari selimutmu yg berlapis itu. Buka lemari dan cari baju paling hangat yang kamu punya. Raih kettle, buka keran, buat minuman panas favoritmu dan nyalakan lilin di atas meja.
Lalu bekerjalah.
Mengutuk lumpuh dalam gelung selimut hanya membuatmu semakin sakit kepala.


-13 derajat. bye.

tiny people

Maria Hamil!

What a new year surprise!

Belakangan aku memang cukup sering ngegoodain Heikki maupun Maria soal tambah anak, nggak nyangka ternyata becandaanku itu malah jadi inspirasi buat mereka :D atau mungkin mereka emang pengen tapi kurang dorongan. :P

Maka jadilah sepanjang siang tadi rumah riuh dengan tawa dan celotehan bocah-bocah soal nama adik masa depan mereka. Gimana ya bilangnya, atmosfirnya bener-bener beda. Kalo ada istilah love is in the air, tadi itu lah aku bener-bener ngerasain ngejalanin ungkapan itu. Mendadak jadi keinget beberapa video pregnancy announcement yang penah kutonton, ada yg mengharukan ada juga yang lucu. Tapi video favoritku adalah video yang sempet booming di medsos beberapa bulan lalu. Seorang anak perempuan ngasih tahu ayahnya yang udah bener-bener tua, di sana, kakek itu nangis dengan cara yang sangat cute sampe-sampe bahkan aku yang segini imut pun nggak kuat liatnya. Nah, sekarang kira-kira aku paham kenapa si kakek itu bisa ngasih reaksi semenyentuh itu.

Karena bahkan aku yang bukan siapa-siapa di keluarga ini aja over excited, and maybe jealous a little bit.ngahahahh

Now, I see Maria as a completely different person. There's a soul who sprout inside her, and it simply feels like miracle. Everytime she moves, everywhere she goes, it's just different now. She's a body with two souls. Everytime I think about it, I taste magic.

Atau mungkin ini panggilan *dijedotin*.

Thursday, January 01, 2015

2015


Jauh berbeda dari tahun-tahun terdahulu, kali ini aku merayakan tahun baru dengan cara yang sama sekali baru. Jauh dari riuh suara terompet yang ditiup massal di pusat kota, tidak pula menyaksikannya dalam hening dari tepi beranda.

10 menit sebelum pukul 12, tujuh belas orang yang ada di rumah Nina sibuk. Mantel-mantel dan celana musim dingin bertebaran di dekat pintu, Maria dan Nina sibuk mempersiapkan putra putri termuda mereka agar aman menonton kembang api di luar. Laarisa, Peppi, Minttu dan aku sibuk memilah-milah gelang cahaya, Heikki, Marku dan Martti yang kedapatan kloter terakhir berendam di hotpot (bak kayu besar berisi air panas untuk berendam di teras) setelah kelompok anak-anak, remaja dan ibu-ibu berduyun-duyun berganti baju. Sementara Katri, yang anak-anaknya sudah cukup besar mengurusi diri sendiri, sibuk menuang minuman tahun baru (wine untuk orang dewasa, dan soda apel untuk anak-anak) ke gelas tinggi yang elegan. kekeke...

Lalu di luar kami menyalakan kembang api batangan sambil bermain seluncur salju. Veeti, Kasper, Arttu dan Patrik membuat menara dari salju dan menancamkan batangan kembang api mereka di puncaknya, Sebagian lagi, Pyry, Peetu dan Minttu membuat lubang salju untuk memendam bunga api yang menyala hingga membuatnya kelihatan seperti lentera.

Kelompok bapak-bapak bersiap-siap di ujung halaman, menyiapkan tontonan bunga api yang kemudian merekah di atas kepala kami, dan begitu kelopak terakhir bunga api pecah, masing-masing orang mengangkat gelasnya, mengucapkan Hyvää Uttaa Vuotta bersama-sama.

Semua orang gegap gempita. Bahagia. Merayakan tahun baru bersama para sahabat lama. Aku memperhatikan kebahagiaan mereka dari tepian. Halaman gelap dan pepohonan di sekeliling kami menambahi pekat, tapi jalan-jalan bercahaya diselubungi salju yang mulai cair.

Aku menatap mereka. Dan menatap bintang-bintang yang kini sendirian. Bersyukur atas tahun yang telah lewat. Untuk pengalaman-pengalaman baru yang tidak terbayangkan. Untuk orang-orang baru yang betapapun terasa asing namun begitu baik hati. Untuk salju yang berlimpah-limpah. Untuk musim gugur yang subhanallah indah. Untuk dingin tidak terkata yang kejam menusuk-nusuk tulang. Untuk hari-hari kesepian. Untuk hari-hari membahagiakan. 


Dan kesabaran menunggu kesempatan untuk jatuh cinta.

Saturday, December 27, 2014

Joululoma

Moi!

Akhirnya balik lagi ke rumah Leppävirta. Liburan kerjaan cuma main-leyeh2-makan-leyeh2-makan. Baca buku-main-makan.

Well, this is it, joululoma a.k.a christmas holiday. Hari senin pertama libur natal, Heikki booking dua kamar di Rantasipi Hotel cuma buat main-main di Flamingo Spa yang katanya sih dari searching2 di internet, disebut-sebut sebagai the largest aquapark in the Nordics. Pengalaman kapal pesiar di libur musim gugur kemaren bikin ekspektasiku melambung setinggi langit. Kirain kan the largest aquapark in the Nordics bakal segede dufan yang nggak bakal abis dikiterin dari pagi ampe sore. Gggak tahunyaaa...haha...

Secara waktu liat di websitenya admission fee-nya lebih mahal dari tiket kapal pulang pergi Finland-Stockholm, dan liat aja foto-foto di websitenya, kece-kece bener, berkilau-kilau luxurious gitu kesannya, padahal setelah nyampe sana, mendingan dufan kemana-mana. haha..

But I had had a great time there, dan anak-anak juga. Ada macem-macem seluncuran salah satunya namanya Magic Maya yang kita harus pake ban sama helm pelindung dan itu super fun gile, Di dalemnya itu gelap gulita dan cuma diterangin sama lampu-lampu LED warna-warni yang bikin kita kayak ngerasa lagi di negeri alien. Sayang, cuma punya satu fotonya, secara waktu ke sana nggak kepikiran bawa kamera. Rempong bok mau renang bawa-bawa kamera segala.

ini juga diambilnya baru besoknya dari restoran La Famiglia yang viewnya waterpark Flamingo.
Ituu, seluncuran yang merah kuning itu dia Magic Maya.
Restoran di mall Flamingo emang kayaknya viewnya waterpark ini, dari Hesburger sampe restoran fancy.
Jadi ceritanya yang renang sambil diliatin orang makan.
Besokannya abis buffet breakfast di hotel, aku dan bocah-bocah Kapaset (Pyry 7thn, Lotta 4 thn, Minttu 9 thn, dan Peppi 11 thn) main di playground hotel yang ada di deket tempat sarapan. Disana ada tumpukan bantal sofa gitu yang jumlahnya banyak banget dan akhirnya kami sepakat buat main pura-puraan jadi keluarga tupai dan bikin rumah keluarga tupai dari bantal-bantal itu, dengan aku sebagai Mummo alias nenek tupai. Begitulah dengan serunya kami bermain sampai akhirnya terjadi insiden yang menyebabkan Lotta nangis karena matanya kepentok sesuatu dan kami langsung balik ke kamar.

Sekitar sejam kemudian kami check out dan cabut ke Jumbo, the big shopping centre (berdasarkan penuturan Heikki) yang ada di Vantaa. Ketemuan sama Risto, Laura dan si kembar Tiina ja Sini di Naurusaari.

Tiina dan Sini ini, kalo mau dideskripsiin entah kenapa merepresentasikan bayanganku terhadap karakter Peppi Pitkatossu alias Peppi Longstocking di buku ceritanya Astrid Lindgren. Mereka berdua kayak punya dunia mereka sendiri, asik loncat-loncat, gelantungan, cekikikan.

Singkatnya mereka berdua itu good product dari pencampuran antara unik, aneh dan freak.

Umur mereka tujuh tahun, dan aku berniat jadiin mereka berdua role model untuk karakter cerita detektif anak-anak di project nulisku berikutnya. Eheheh...

Pulang dari Vantaa tanggal 23 malem, dan aku yang udah pegel ngiterin mall rasanya pengen langsung tidur aja, tapi kemudian Maria ngetuk pintu kamar dan nanyain aku mau ikut nonton filem sejarah Santa Klaus engga.
Dan karena tahu sendirilah Nurjannah Melynda adalah orang yang akan merasa rugi tujuh turunan kalo enggak ngeiyain segala macam tawaran yang datang padanya, maka malam itu, sembari ngantuk-ngantuk dan sembari dijelasin Heikki dikit-dikit karena filemnya pake bahasa suomi tanpa teks inggris, selesai juga aku nonton cerita tentang si yatim piatu Nikolas yang terbiasa bikin hadiah ukiran kayu dan nyebarin hasil karyanya itu ke penduduk sekampung.

Pagi-pagi besokannya, semua orang pada hepi di hari Christmas Eve atau yang di sini disebut Jouluatto. Kapaset pada sibuk beberes rumah dan aku cuma nganga-nganga aja di kamar nggak tahu mesti ngapain. Perasaan baru hari minggu kemarin mereka pada beres-beres rumah waktu keluarga Teresa main, eh ini hari rabu udah pada beres-beres lagi, sampe itu si Lotta masuk kamar ane dan ngelap-ngelap kaca jendela. Wkwkwk..

Jam 12 siang bocah-bocah pada heboh nonton filem kartun bisu spesial natal lumiukko (snowman) di tipi (disambung lagi seri lainnya, yakni lumikoira alias snowdog pada sore harinya sebelum christmas dinner) yang gambarnya keren sih kayak di buku cerita tp kalo nonton di tipi bikin mata awak pening, bro.

Jam satu Raimo Ukki (kakek) dateng ke rumah dan mereka pada siap-siap ke gereja. Satu jam setengah kemudian mereka balik dan kami semua hening di ruang makan, minum teh  sambil dengerin siaran Joulurauha (Christmas Peace) live dari Turku.

Jam makan malem Raimo dateng lagi dan tahu-tahu di meja makan udah lengkap segala macem Jouluruokka (christmas food khas finlandia) dari berbagai joululaatiko (detail lengkapnya nanti dibikin post terpisah aja ya) dan berbagai daging-dagingan dari daging ikan salmon sampe daging rusa, dari daging babi sampe daging kuda.

Maka jouluruokka itu lah yang kemudian menjadi menu makan siang (atau malam) di rumah selama tiga hari berikutnya.

...bersambung

menuju pukul 1 dini hari.
sambung lagi besok pagi,
Nähdään :D

Tuesday, November 11, 2014

a little happiness

Hujan turun membabi buta di separuh perjalanan Pertunmaa-Lahti. Bis yang disewa klub lumayan penuh, bertambah riuh dengan anak-anak sekolah dasar yang langsung ribut mendapati hujan salju. Hujan salju pertama pada musim yang seharusnya.

Dari balik kaca jendela yang dingin dan berembun, seluruh dunia tampak tertimbun. Ini tidak seperti hujan salju-hujan salju sebelumnya saat musim gugur yang bagaimanapun adanya tentu tetap mempesona, tapi tanpa passion. Bisakah kubilang tanpa passion? yang indah melayang jatuh ke jalan tapi selanjutnya hilang.

Kamis malam itu, sport klub Pertunmaa yang terdiri dari siswa-siswi (dan segelintir orang tua) SD di Pertunmaa dan Kuortti mengadakan kunjungan ke Lahti dalam rangka trip bulanan mereka. Aku yang sejatinya punya jadwal Suomea Kurssilla nun jauh di Mikkeli akhirnya bolos dan malah ikut trip ke Lahti ini.
Pukul 5 sore, bis yang kami tumpangi berangkat dari Pertunmaan Centrum. Singgah sebentar di ABC Kuortti, untuk mengangkut anggota klub yang tinggal di Kuortti. 15 menit kemudian, Heikki dengan jaket hijau anti air sehari-harinya yang biasa ia pakai baik saat autumn maupun winter langsung maju ke depan bis dan berbicara melalui mic.

"Tervetuloa! xdjfsjfdslakldk....sdfksd idufkcmsl skdfjskjfls. Msjdfksfhncsjhdksdj ..ksdjfklsdjfkd....
kolme euroa sdfjskfjsljfd..Maria,"

Dengan kemampuan bahasa Suomi jongkok, kalimat yang bisa kutangkap hanyalah Tervetuloa yang artinya kira-kira selamat datang atau halo dan sesuatu tentang Maria dan 3 euro. Berlandaskan ilmu terawangan Mbah Marijan aku menyimpulkan bahwa iuran untuk trip ini ialah senilai 3 euro dan bisa dibayar ke Maria. Nggak lama kemudian, Maria bangkit dari tempat duduknya dan mulai ngiter dari ujung ke ujung. Heikki telaten mengikut di belakangnya, dengan buku dan pulpen. Aku menatap mereka dengan perasaan lucu yang bercampur iri. Ah, pasangan ini...

Kira-kira setengah jam kemudian, bis kami masuk ke halaman sebuah bangunan yang kelihatan seperti kauppakeskus atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai mallTidak butuh waktu lama sampai bis mencapai parkiran dan seluruh penumpang membeludak keluar. Manusia-manusia haus hiburan.

Tadinya, sewaktu Heikki bilang soal sport club yang akan trip ke Lahti dan menyinggung soal taman bermain di dalamnya, aku membayangkan tempat yang setidaknya sebesar Dufan atau Trans Studio. But....yeah...


At, first! my reaction was like, "Seriously? Ini bahkan nggak seberapa panjangnya," but then, when Heikki told me that I can also play inside it. It's just amaaaaaziiiiinggg *said it like nabiilabee*.


Begitu melepas mantel dan sepatu, beberapa anak sepakat bermain hippa alias play tag. Anak laki-laki ganteng kelas 6 dari SD Kuortti kalah envo (hompimpa) dan terpaksa menjadi it. Serentak, kami semua berlarian memasuki arena bermain sebelum hitungan sepuluh selesai. Di sini lah, akhirnya aku sadar betapa besarnya tempat bermain ini. I couldn't say more, it's just amazing like I'd said before.

THIS MEANS WAR!
Tempat bermain ini memang kelihatan sempit dan sederhana. Pintu masuknya bahkan begitu tersembunyi but it is really bigger that you can expected. I had a really good time playing with the kids, there. Kejar-kejaran dalam labirinnya yang memusingkan, tidur-tiduran di jembatan warna-warni, perang bola!

Taman bermain ini juga dilengkapi dengan aneka seluncuran beragam jenis, arena mandi bola (ini bahasa inggrisnya apasih? enggak nemu!), flying fox mini, arena trampolin, serta beberapa game machines dekat eating space yang juga menyediakan aneka snack kayak es krim dan lain lain.


Salah satu perosotan dari sekian jenis perosotan lainnya.
I had a really good time here by racing "cepet-cepetan-merosot-sampe-bawah" bareng Vivi dan Vera (ensimmainen luokka) biarpun ehmm.. selalu kalah.
Pada kenyataannya manusia memang enggak butuh hal besar kan untuk bahagia.

Sunday, October 19, 2014

sebelum berlibur

Tadinya terbersit niat mulia mau ngelunasin hutang posting travelling minggu-minggu kemaren. Kuopio, Ketunlenkki, Kirpputori Kuortti, Rumah keluarga Nina yang super ajaib, Licorice, second hand shop kesayangan, Leppavirta dan banyaakkkk yang lainnya. Tapi jangankan posting, packing buat liburan seminggu autumn holiday aja belooom.

Autumn Holiday?
Iya, autumn holiday a.k.a autumn break atau bahasa suominya syysloma merupakan liburan sekolah di semester musim gugur. Biasanya dimulai di minggu terakhir bulan oktober dan berlanjut sampai bulan november (tergantung peraturan sekolah sih autumn breaknya seminggu apa dua minggu). Tadinya aku pikir libur seminggu ini bakal kuhabiskan dengan muram akibat uang jajan yang udah cekak akibat ketagihan second hand shop. Mustahil rasanya bisa jalan-jalan melihat saldo rekening yang mengenaskan (bukan cuma gara-gara belanja doang kok, kan kemaren juga ke Kuopio beli tiketnya ndadak jadi dapet yang mahalan). Tadinya juga aku udah menyusun rencana mau menghabiskan seminggu liburan ini ngapain aja, pinjem buku di perpus banyak-banyak, latihan crocheting lagi, dan nyatetin acara-acara di perpus kota selama autumn holiday. But, you know, Tuhan selalu punya rencana. Baru tadi pagi Heikki bilang kalo besok pagi-pagi kami bakal ke Stockholm 3 hari dan lanjut liburan di Leppavirta lima hari.

What?

Perasaan baru minggu kemaren pasang status ngiri sama Yoga dan Kak Leroy yang mau main ke Stockholm bareng Argo bareng Zalfa. Pengen ikut, tapi budget udah abis, dan nggak ada temen juga. Hiks.

Tapi Allah memang baik banget dan selalu nyiapin jalan yang terbaik. Walopun tetep iri ngebayangin serunya mereka berempat travelling bersama cuma yaa bersyukur aja, seenggaknya kan ongkos ferry pulang pergi ke Stockholm dibayarin Heikki. Lumayan hemat 45euro bisa buat beli jaket kece di Kirppis :P.
Kangen sih main sama anak indo, cuma yaa sabar aja. Toh aku baru sebulan di sini, pasti nanti ada waktunya main bareng mereka, kan. Huehee..

Btw, jadi minggu depan juga ke Leppavirta lagi. Udah nggak sabar rasanya ketemu Arija sama Raimo dan pamer perbendaharaan kata yang udah lebih banyak dari terakhir ketemu. Makan enak, rumah anget, orang-orang baik, hati jadi tentram biarpun sering rebutan tempat tidur sama kucing dan sering digalakin anjing. Toh rebutannya cuma kalo siang dan anjingnya punya rumah sendiri di luar. 

Dan untuk itu, dari seharian tadi aku sibuk ngelarin novel ini. The Purge-nya Sofi Oksanen yang bahkan sejak masih di Indo udah bikin aku penasaran akibat booklet-booklet dari kedutaan. Bukunya sih nggak tebel-tebel banget, tapi udah hampir tiga minggu nggak kelar-kelar. Niatnya ini buku mesti kelar hari ini, supaya besok cuma harus bawa novel The Winner Stands Alone-Paulo Coelho buat temen 17 jam di kapal Helsinki-Stockholm. Tinggal 55 halaman lagi, tapi masih belum packing dan kepo Stockholm attractions, dan gara-gara kepo harga ticket ferry Helsinki-Stockholm, tiba-tiba nemu jadwal ferry ke Tallin. Estonia. Novel yang lagi aku baca ini settingnya Estonia. Tarmo dan Triaa dari Estonia. Helsinki-Tallin ternyata cuma 2 jam. Onnibus juga ada trayek ke Tallin. Yeah ujung-ujungnya...


Pengen ke Tallin...

Haha..
Semoga selama di Leppavirta bisa ngelunasin hutang postingan ya.

Hyvää Yöta :D

Sunday, October 12, 2014

As Clear As The Lake Water

Aku menunggu waktu ketika aku akhirnya berhasil menaklukan bahasa suomi. Orang-orang sering bilang betapa kemampuan bahasa suomiku menakjubkan untuk orang yang baru sebulan tinggal di Finland. Bisa jadi mereka bilang hal yang sama ke Celina maupun Anastasia but still, I couldn't help but blushing.
They just don't know how pathetic I am wanting to conquer this language so I could communicate with children and all the old folks. I love children and I desperately want to play with them. The big thing is they only know suomi to speak.

So as clear as the lake water, my motive is. 

Karena hidup kelihatan begitu sederhana di mata anak-anak dan para orang tua. It's not messy, or busy or complicated at all. It's all beautiful just the way it is.

Saturday, October 11, 2014

What You Wish For


Bahkan ini lah salah satu alasan kenapa aku mutusin au pair. Life is a messy bag, everyone knows that. But my life back then not just messy but also busy and super fast and crowded. And how I was rarely feeling safe.

Then I think I need a time out. Aku butuh sebentar menarik diri, Kak Nadia pernah bilang bahwa aku udah ketarik arus kehidupan. Well, she might be right. Aku rindu kadang-kadang melamun di atas bis dalam perjalanan, nulis surat panjang-panjang lalu jauh-jauh mengeposnya ke kantor pos besar di pusat kota sementara sungguh banyak cara lebih praktis menyampaikan informasi. Atau sekedar duduk diam di terminal bis atau stasiun atau taman pintar sambil makan es krim dan nonton anak-anak kecil main. And can I say being around kids always makes my day brighter, somehow? Makes my doubt fly away. Tapi kehidupan pelan-pelan menarikku semakin jauh dari lingkungan anak-anak. Aku udah nggak ngajar lagi di TPA bahkan lebih lama dari saat aku off ngajar tari untuk anak-anak di Kulon Progo dan aku udah nggak punya waktu lagi untuk sekedar main ke taman pintar. And I didn't have any books to read. There's no story to understand.

Tapi sekarang semua yang aku butuhin terasa lengkap. Kartu perpustakaan untuk akses perpus sepenjuru Finland, perjalanan satu jam di bus minimal dua kali seminggu, anak-anak kecil di sekeliling, dan uang bulanan yang cukup untuk perjalanan jauh luar kota sebulan sekali.  

Karena kadang-kadang hidup tidak perlu jadi ambisius. kadang-kadang satu hal yang kamu perlukan cuma duduk diam sambil mengawasi daun jatuh dari balik jendela. 


Tuesday, October 07, 2014

Silly Faces.


kalo rame kayak gini, kamar saya rasanya jadi hangat.
Or should I say, I eat children to make my mood better?
:)

Nähdään!

Kolam Kayu & Ulang Tahun Minttu.


Jadi akhirnya saya ngerasain juga berendem di bak kayu besar belakang rumah. Hot pot yang bagi Christoffer Leka dalam Expedition No.3-Cycling Around Iceland merupakan surga dunia. Bagi saya sih enggak sebegitu-begitunya, don't  get me wrong, it's trully so warm and nice, but noted, INSIDE! Faktanya saya tetep aja menggigil hebat begitu keluar bak di tengah suhu enam derajat.

Tapi ya penasaran saya akhirnya terjawab kan, seenggaknya suatu hari nanti saya nggak bakal nyesel untuk kesempatan mengalami yang enggak saya ambil. Waktu Minttu, Aino, Pyry, Lotta dan Wiveka berendem di hotpot siang tadi, sebenernya saya udah mupeng pengen menceburkan diri. So cute aja gitu mereka berlima berendem rame-rame kayak bebek lagi direbus sama nenek gayung :P


Cuma yaa itu bocah-bocah semua, tengah sore terang benderang kalo tau-tau ada bapaknya yang dateng terus nonton kan mau taroh dimana harga diri eke. Jadi akhirnya saya kabur aja ke village centre jalan-jalan daripada makin mupeng. Padahal beberapa minggu yang lalu udah pernah dipaksa-paksa juga sama Heikki untuk ikutan ngehotpot bareng Maria dan cewek-cewek temen kantor mereka (Heikkinya di dalem rumah, nemenin ngobrol guru di sekolah yang nggak ikutan ngehotpot) tapi yang bener aje itu ibu-ibu pada berendem naked di siang bolong, mana saya sanggup menggabungkan diri. Akhirnya saya memilih ngesauna aja sendirian melembabkan kulit di karavan pinggir hutan.

Tapi malem tadi lagi-lagi Heikki nawarin lagi buat nyoba hotpot, mungkin dia mikirin saya yang dari sore kedinginan di kamar membutuhkan kehangatan, haha.. dan akhirnya, walopun sempet ragu dan menolak dan dirayu dan kembali ragu, akhirnya saya yang udah kedinginan banget jadi mikir, mungkin hotpot yang dibangga-banggakan Heikki dan Leka emang beneran bisa memberi kehangatan yang mereka agung-agungkan. I'm so cold and it couldn't possibly get any worse than this, right? So why not?

Maka begitulah, malem-malem saya lari-larian dari kamar mandi dan nyebur ke hotpot. Saya jadi paham apa yang membuat Leka, Heikki dan mungkin most Finns begitu cintanya berendem di hotpot. It makes you forget about the cold. Bedanya sama sauna ialah, sometimes it's too hot untill it's hurts tapi hotpot itu pas. Ah, saya belum pernah bahas yaa soal sauna, nanti deh dikupas tuntas soal sauna. Sekarang saya pengen cerita dulu soal ulang tahun Minttu.

Bersyukurlah saya tinggal sama hostfam yang orang asli Finlandia, jadinya saya punya akses lebih untuk tahu kebiasaan-kebiasaan penduduk lokal di sini. Mungkin nggak banyak yang tau kalo orang Finland merayakan ulang tahun mereka dua kali dalam setahun. Iya, jadi, selain punya ulang tahun di tanggal kelahiran, orang Finlandia juga punya yang namanya Nimipäivää alias hari nama. Nah, seluruh daftar hari nama ini tercantum di kalender Finland yang dikeluarin sama Almanac Office di University of Helsinki sejak tahun 1994. Jadi setiap orang punya hari namanya masing-masing, misalnya hari ini tanggal 6 Oktober adalah hari nama untuk Minttu dan Pinja, 28 februari untuk Onni, 12 november untuk Virpi, macem-macem lengkapnya bisa dilihat di sini.

Jadi yaa.. berhubung Heikki sama Maria hobi banget ngundang orang-orang main ke rumah mereka, jadilah rumah seharian ini rame. Siang-siang jam satuan, rame sama anak-anak kelas 4 sama kelas 5 yg lagi orientasi di hutan sekitaran rumah. Tiap setengah jam pasti ada aja yang singgah, dari minta minum sampe numpang ke WC. Abis itu, temen-temen Minttu main. Ngerjain PR, main, makan, main, ngehotpot, main, makan, main. Bocah-bocah belom pada pulang, dateng deh Minna, Raimo, dan temen-temen Maria yang lain sambil bawain hadiah buat Minttu.

Nggak abis-abis :D

Monday, September 29, 2014

Leppavirta


Saya melewati liburan yang menyenangkan di Leppavirta. Bukan sekedar perkara makanan enak, kue banyak, dan buku bacaan yang melimpah ruah, tapi saya merasa kaya sepulang dari sana. Saya ketemu orang-orang baik yang bikin saya merasa betapa Allah maha baik. Saya juga mengalami hal-hal baru. Mengherankan bagaimana dalam waktu tiga minggu saya mengalami begitu banyak kali pertama. Di Leppavirta saya main ski dan mendayung perahu. Leppavirta memang salah satu destinasi kunjungan turis di Finlandia, di kota kecil yang luasnya cuma 1519 km kuadrat ini ada satu hotel yang punya area cross-country skiing bawah tanah. Jadilah akhirnya di sana saya main ski dan ngerasain winter sebelum waktunya. Ah, dan hotel ituuu juga punya fasilitas kolam renang indoor yang yaah super mewah untuk ukuran saya yang seumur hidup baru dua kali main di kolam renang hotel.

mendayung perahu
Sebenernya banyak yang mau saya share dari trip Leppavirta ini. Tentang Leppavirta yang tenang dan damai. Tentang rumah Raimo dan Arija yang luar biasa hangat dan menyenangkan. Tentang saudara-saudara Raimo yang luar biasa. Tentang.. banyaklah.. saya juga akhirnya ketemu saudara muslim dari Bangladesh yang tinggal di Kuopio waktu ikut acara ultah abangnya Raimo tadi siang. Nggak tau deh rasanya kayak udah diatur Allah, saya jadi dapet info dimana nanti bisa sholat idul adha yang mana datangnya sekitar semingguan lagi. Well,  tapi ini saya baru pulang ke rumah Pertunmaa dan kamar minta ampun dinginnya. Rumah ditinggal 3 hari jadi pemanas dimatiin dan di rumah ini saya nggak ngerti sistem pemanasnya gimana, karena biasanya kan pemanas ruangan nempel di dinding-dinding rumah kayak besi-besi seng kaleng gitu nemplok di teembok, lah ini sistem pemanasnya beda, pake alat kecil pengatur suhu gitu di dinding kamar yang kalo nggak salah panasnya itu keluar dari lantai tapi mesti dinyalain dulu dari pemanas sentral yang ada di luar atau semacam itu lah dulu Heikki pernah jelasin. Yang pasti sekarang selimut tiga lapis saya udah manggil-manggil minta dipeluk. Beberapa foto juga masih di kamera Heikki, jadi gimana kalo postingan ini saya tutup pake foto (berusaha) unyu saya dan Lotta di pulau seberang mökki.

Nähdään!

Wednesday, September 24, 2014

Di titik Nol.


Akhirnya menyentuh titik nol juga. Setelah malam-malam kemarin suhu semakin susut dari hari ke hari. Padahal baru malam kemarin berdoa sebelum tidur semoga cuaca besok lebih hangat eh tahu-tahu hari ini hujan salju.
See, bahkan hujan pun gemetaran dan jatuh dalam rupa butiran salju. I could do nothing but amaze when the rain turned to snow this afternoon. Tepat sebelum berangkar kursus! No niin, akhirnya dengan udik lari-lari ke halaman dan liat dengan mata kepala sendiri betapa salju itu bentuknya memang persis kayak aksesoris salju di buku menu frozen. :P

Dan cuaca semakin menggila begitu pulang kursus tadi. It was so cold and dark and windy untill Minna said it's colder than a winter. I think it might be because there is no sun (well, I really miss the sun, right now) since in winter we might be still have the sun. Well, of course me might! Right? *mulai insecure* haha..
Tapi seenggaknya di jalan antara tempat kursus ke Matkakeskus tadi saya punya waktu menyenangkan menatapi lembar2 salju melayang sebelum jatuh ke jalan. Persis kayak lagu cinta dalam lagu Selena Gomes, so magical, lyrical, beautiful and so on.

Well, now it's time to sleep. Dengan baju tiga lapis, kaus kaki bulu domba dan selimut tebal berlembar-lembar.

Nähdään!

foto diambil dari sini. Ternyata masih ada yang lebih mejik dari 8 minggu malam dan 6 minggu siang di Lapland kala winter sebagaimana cerita Mirku tempo hari, ialah summer, autumn and winter within 3 days at Southwest Michigan, one day in 2006. UWAW!

UA-111698304-1