Showing posts with label kado. Show all posts
Showing posts with label kado. Show all posts

Monday, November 26, 2012

Selamat :)


AAAA... saya sebegitu senangnya sampe kepingin jumpalitan.

Telapak tangan saya sekarang biru-biru dan nyeri. Kaki saya sebagian juga ikut biru lebam. Tulang rusuk saya serasanya sudah remuk di dalam akibat saya menghentaknya terlalu keras dengan tangan. Tapi yang jelas hati saya kepingin meledak kesenangan. Maka, Selamat :)

Saya masih ingat bagaimana menenangkan Amel dan Sinta di belakang panggung waktu itu. Memeluk mereka satu-satu, mengalirkan pada mereka sebanyak mungkin ketenangan dan rasa tak acuh. Meremas bahu Sinta ketika airmatanya sudah memenuhi pelupuk dan tinggal menunggu jatuh, lalu saya tatap matanya dalam-dalam, kuat-kuat menanamkan sugesti bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan.
Saya mengerti ini kompetisi pertama mereka, saya kan juga melihat sebesar apa mereka panik dari air muka yang pucat pasi dan pancaran mata yang merasa ngeri. Dada mereka gempar, meskipun saya tenang. Tapi menyaksikan itu saya jadi ikut cemas juga, bukan terhadap lawan, tapi karena mental rekan-rekan. Saya tahu Hanip juga sama cemasnya karena alasan yang sama.

Hingga kemudian datanglah Abe dengan kata-katanya yang seperti mutiara.
Penggendang paling bagus itu Mas Hanip. Syech yang suaranya paling oke itu Ica. Penari paling keren itu rampoe. Cowok-cowok paling ganteng di dunia ini itu anak rapai. 
Meskipun saya tahu kata-kata itu tidak sepenuhnya benar, tapi saya menyimpannya sebagai mutiara yang menenangkan. Namanya nasionalisme.

Lalu tahu-tahu saya sudah berlari masuk panggung dan disambut dengan sorak-sorai menggelegar. Ah, dan kami juga punya pendukung-pendukung paling setia di dunia. Jadi memangnya harus mencemaskan apa?

Maka begitulah, saya tampilkan senyum paling manis yang selama perjalanan FIB-Purnabudaya tadi saya latih di depan kaca. Merapatkan tangan, lalu potongan-potongan emas dari kertas yang  Neng Ana dan 2 orang lainnya genggam berjatuhan. Menampilkan aksi panggung yang tidak biasa-biasanya. Sekumpulan massa itu melenguh, senyum kami melebar karena berhasil memberikan variasi yang baru. Dan pertunjukan pun dimulai.

Saya ingat-ingat kata-kata Afel di backstage tadi. Tempo lambat.. pake tempo lambat.. jangan egois dan akhirnya jadi kecepetan sendiri. Senyum saya menang, pikiran saya tenang, tapi tangan-tangan ini menghentak binal. Semua gerakan harus disajikan total! Saya bahkan tidak peduli kalau akhirnya jantung dan paru-paru saya mencelos ke belakang saking kuatnya saya memukul-mukul dada. Saya tahu sedang memperebutkan apa. Panggung ini tidak asing, karena kami tampil di sini sudah sering, tapi apa yang kami perebutkan kali ini berbeda. Precious.

lalu ketika akhirnya kami diminta tampil kembali karena berhasil meraih juara pertama, saya tahu itu untuk mereka. :'"*

Sebab penggendang paling bagus itu Mas Hanip. Syech yang suaranya paling oke itu Ica. Penari paling keren itu rampoe. Cowok-cowok paling ganteng di dunia ini anak rapai. -dan kami punya pendukung-pendukung paling setia di dunia. Saya menyebut ini nasionalisme, bukan kata-kata kesombongan. Dan Belgia itu nyata! Semoga selanjutnya segala sesuatunya semakin dipermudah. Amiin :')

Saleum.

Tuesday, April 24, 2012

Cat & Fish


Boneka dan bola ikan ini pemberian 2 orang tetangga saya yang ultra baik hati. Bukan! bukan mbak-mbak depan kosan yang perhatian tapi sering marah-marah itu, tapi kos-kosan cowok di blok seberangnya. Yang dari beranda kos-kosan saya, jelas-jelas kelihatan batu bata merah pembangun dinding-dindingnya.

Awalnya saya sempet mau nangis waktu dikasih boneka kucing item ini. Serem. Mau dibalikin, nggak enak sama yang ngasih. Minta tuker sama boneka yang lain kok kayaknya nggak tau diri. Jadi akhirnya atas ide Azka dan Alifa, saya tempel-tempel aja bonekanya pake double tip, ternyata lumayan juga. Paling nggak dia udah punya mulut biar bisa senyum. Udah punya alis jadi nggak perlu menderita kalo-kalo nggak sengaja liat tuyul. :D

Temen saya yang ngasih ini emang jago banget crafting, jadi ini dia yang bikin. Keren kan? padahal cowok loh, tetangga saya itu, cakep, baik, pinter, romantis, penyayang binatang dan JOMBLO! ayoo siapa yang mau? *ahaa.. promosi.

Boneka ini saya namain kucing. Jangan ada yang bilang-bilang dia ya kalo sebenernya dia itu cuma boneka  dan bukan kucing beneran. Tiap hari saya bakal panggil dia kucing biar dia nggak kalah pede sama kucing-kucing beneran di luar sana. Jangan pernah minder, cing *kucing* kamu nggak kalah unyu kok sama kucing-kucing asli. Zahra aja bilang kamu lucu, lebih lucu dari boneka singa punya dia. *mulai gila ngomong sama boneka.

And last, saya mau kenalin juga bola ikan pemberian tetangga saya yang satunya. Dia beli ini malem-malem  begitu bangun tidur di kereta ekonomi. Katanya, dia inget saya waktu liat bola ikan ini.. Mudah-mudahan aja itu karena saya lucu kayak bola ikannya bukannya karena saya amis kayak ikan yang di dalem bola. :P
Karena kalo ditabok bolanya bisa nyala kelap kelip, dulu2 saya nyebutnya bola klabing. Kalo dibanting di tempat gelap, seru banget, kita bisa ajep-ajep. Tapi sekarang bola ikannya udah saya kasih nama, namanya Geronimo. Itu karena di dalem bola ada ikan 2 biji, yang kecil warna merah namanya Gero, yang gede ekornya orens namanya Nimo. Jadi deh Geronimo. Belakangan-belakangan saya baru tau kalo ternyata Geronimo itu nama radio.

bola ikannya bisa nyala kalo ditabok

Lalu, lalu.. inti tulisan ini apa?
Seperti biasa saya emang mau berterima kasih lewat tulisan. Iya, karena kata-kata itu lemah dan cepat hilang, saya mau berterima kasih juga lewat tulisan. Pada tetangga-tetangga saya itu.

Jadi, terima kasih ya,
saya senang kita bertetangga :')


sebelum mengerjakan tugas MID karawitan
semangatin saya ya cing *ngomong sama kucing*
UA-111698304-1