Showing posts with label ukhtisayang. Show all posts
Showing posts with label ukhtisayang. Show all posts
Sunday, January 09, 2011
firman persaudaraan
ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang
dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”
dalam dekapan ukhuwah
-Salim A. Fillah-
dan bila nanti kita merasa kehilangan, apakah itu berarti bahwa mungkin hati-hati kita telah terkecualikan dari ikatan diatas iman?
mahendra bayu pukul 2 lewat 10
di kamar 14, 9 januari 2011
memikirkan kita di akhir januari nanti



di kamar 14, 9 januari 2011
memikirkan kita di akhir januari nanti
Sunday, February 08, 2009
buat ukhti2 yang lagi kena VMJ.
Awalnya aku aga ngerasa bersalah juga karena kupikir aku telah melangkah jauh melewati batas privasimu. Tapi setelah kupikir2 lagi. Itu adalah k0nsekuensi yang ga bisa aku hindari.
Jadi, aku ga akan peduli pada batas privasi yang relatif itu.
Batas privasi itu ga berlaku dalam situasi ini.
pertalian aqidah diantara kita telah mengikat kita lebih erat dari yang kita kira.
Jadi ga apa2 jika nasehatku membuatmu merasa dimarahi. Ga apa2 jika akhirnya kau membenciku karena telah terlalu mencampuri.
Ga apa2 jika nanti kudengar kau berteriak, "jangan turut campur!". Kau hanya harus percaya bahwa aku akan tetap turut campur.
Ga apa2 jika mendadak aku jadi antag0nis dimatamu sebab ada saatnya kau akan menyadari bahwa sikapku ini sungguh bukan karena aku eg0is.
ok, kuakui bahwa aku memang paranoid. Tapi kecemasan ini seringkali benar bukan?! Sama seperti peristiwa berapa waktu lalu.
Aku bakal buktiin bahwa ikrar kita dulu bukan cuma angin lalu.
Aku akan tetap mengangsurkan tangan meskipun kau tetap acuh.
Ga apa2 jika itu membuatmu marah.
Ga apa2 jika ini membuatmu benci.
Tapi aku ga akan lelah.
Sebab suatu saat kau pasti akan mengerti.
Selama aku masih disini, ga akan kubiarkan kau terbakar.
Sebab aku mencintaimu, karena Allah. Sungguh!
Jadi jangan pernah merasa terdzalimi karena ini.
Aku memang ga sempurna. Sungguh ga pernah bisa sempurna. Tapi kulakukan ini karena inilah yang aku ingin kau lakukan jika suatu saat mawaddah tak halal itu kembali merayuku.
Aku ga minta rasa itu kau bunuh. Kita sama2 tau bahwa itu fitrah kita sebagai manusia. Tapi tol0ng, jangan kau pupuk dan sirami ia, jangan biarkan interaksi2 itu membuatmu terlena dalam mawaddah2 yang belum saatnya.
Kau tentu tau maksudku ukh.
ini memang berat.
jadi bertahan, melawan dan berjuanglah.
Ayo.. semangatt ukh !!
Ya Allah, jangan biarkan kami menyerah. Jagalah agar asa ini tetap membara.
Semangaattt !!!
Jadi, aku ga akan peduli pada batas privasi yang relatif itu.
Batas privasi itu ga berlaku dalam situasi ini.
pertalian aqidah diantara kita telah mengikat kita lebih erat dari yang kita kira.
Jadi ga apa2 jika nasehatku membuatmu merasa dimarahi. Ga apa2 jika akhirnya kau membenciku karena telah terlalu mencampuri.
Ga apa2 jika nanti kudengar kau berteriak, "jangan turut campur!". Kau hanya harus percaya bahwa aku akan tetap turut campur.
Ga apa2 jika mendadak aku jadi antag0nis dimatamu sebab ada saatnya kau akan menyadari bahwa sikapku ini sungguh bukan karena aku eg0is.
ok, kuakui bahwa aku memang paranoid. Tapi kecemasan ini seringkali benar bukan?! Sama seperti peristiwa berapa waktu lalu.
Aku bakal buktiin bahwa ikrar kita dulu bukan cuma angin lalu.
Aku akan tetap mengangsurkan tangan meskipun kau tetap acuh.
Ga apa2 jika itu membuatmu marah.
Ga apa2 jika ini membuatmu benci.
Tapi aku ga akan lelah.
Sebab suatu saat kau pasti akan mengerti.
Selama aku masih disini, ga akan kubiarkan kau terbakar.
Sebab aku mencintaimu, karena Allah. Sungguh!
Jadi jangan pernah merasa terdzalimi karena ini.
Aku memang ga sempurna. Sungguh ga pernah bisa sempurna. Tapi kulakukan ini karena inilah yang aku ingin kau lakukan jika suatu saat mawaddah tak halal itu kembali merayuku.
Aku ga minta rasa itu kau bunuh. Kita sama2 tau bahwa itu fitrah kita sebagai manusia. Tapi tol0ng, jangan kau pupuk dan sirami ia, jangan biarkan interaksi2 itu membuatmu terlena dalam mawaddah2 yang belum saatnya.
Kau tentu tau maksudku ukh.
ini memang berat.
jadi bertahan, melawan dan berjuanglah.
Ayo.. semangatt ukh !!
Ya Allah, jangan biarkan kami menyerah. Jagalah agar asa ini tetap membara.
Semangaattt !!!
Sunday, November 02, 2008
"de laspagha simple nasgor" or "de laspagha nasgor recycle" ??
kemarin hari keakraban.
ga da belajar, untunglah aku ga bawa buku.
ada lomba bikin nasi goreng
ada lomba futsal
ada yang buka stand
haha.. pokoknya seru.
kelasku bikin nasi goreng, karena hari jumatnya kami semua pergi ke rumah tita, jadinya kami ga punya persiapan khusus.
awalnya sih aku sempet ga yakin bakal jadi ikutan lomba masak nasi goreng ini.
soalnya ga ada yang mau masak nasi gorengnya.
well, bukan ga mau sih,
tapi ga bisa,
tapi aku sama dian pengen banget ikutan lomba.
karena ga ada yang bisa manas tu nasgor,ada yang ngusulin beli aja.
yauda akhir kata kita pada sepakat untuk beli aja nasgornya.
dian bikin garnish di rumah,
dan aku bawa barang pecah belah kayak piring sama gelas untuk tempat nasgor.
tapi disaat2 terakhir sebelum pergi sekola, dian sms aku dan bilang kalau dia yang bakal masak tu nasi goreng.
alhamdulillah, persoalan selesai sudah. pagi itu aku mencium tanda2 kecerahan masa depan.
hehe..
sesampainya de sekola, begitu dian datg kami(beberapa kaum hawa) mulai sibuk menghias dan menata nasgor.
untungnya aku bawa mangkok yang akhirnya dijadiin cetakan nasgor. setelah beberapa menit kami baru sadar kalo tu nasgor ga ada lauknya. maka diutuslah majid untuk membeli ayam dan telur rebus sebagai pelengkap tu nasgor.
beberapa jam kemudian hilma pun siap mendesain nasgor yang biasa menjadi lebih oke meskipun dengan bahan2 sederhana.
nasi goreng itupun kami namakan
"de laspagha simple nasgor"
haha.. judul yang kacau..
tapi unik juga sih..
untuk minumnya kami terpaksa beli di stand lasvadha, dan itupun sebenernya es buah.
padahal kelas lain nyediain jus tapi it's ok..
gimanapun, laspagha pantang mundur, hehe..
awalnya sempet ciut juga ngeliat hiddangan kelas lain yang rata2 "wah", ada yang tempatnya dari nenaslah, melonlah,, tapi seperti kataku tadi,
gimanapun, laspagha pantang mundur!
yang paling seru itu saat penilaian tiba, begitu ibu mada selesai menilai, kami ramai2 menikmati(lebih tepatnya berebut) nasgor itu. benar2 seperti kaum barbar yang kelaparan.
namun kapanikan langsung melanda ketika jenah berkata,
"eyh.. masi ada dua juri lagi. kenapa buhan ikam makani?? itu sensei sama mam ani belum nilai.."
haha.. masing2 langsung terdiam dicekam kebingungan. untunglah hilma langsung mengambil tindakan untuk membawa nasgor itu ke kelas dan di daur ulang..
meskipun ayamnya sudah pada lenyap kami makan, tapi lagi2..
gimanapun laspagha pantang mundur!
nasgor yang telah kehilangan rupa itu kami bentuk dari awal.
semuanya tancap gas, bahu membahu menuntaskan proses daur ulang itu.
haha..
dan tak sampai 10 menit, semuanya selesai.
sambil berlari kubawa nasgor recycle itu ke meja penilaian.
untunglah semua tepat pada waktunya.
dan lebih untunglah lagi saat sensei maupun mam ani tidak menyadari bahwa nasgor itu adala hasil daur ulang.
haha..
harusnya nasi goreng itu kami namakan "de laspagha nasgor recycle" hehe..
********
kemarin aku juga seneng banget karena ukhti sudah mulai 'pulih',
aku bangga pada tekadnya untuk berubah.
buktinya kartu xl beracun itu telah di lepas dari singgasananya. itu berarti tidak akan ada lagi sms2 ga penting dari si lelaki bodoh.
meskipun masi ada kemungkinan interaksi lewat testi, tapi paling ga itu masi terkontrol olehku.
ah, senangnya...
ternyata ikhtiarku ga sia2..
tapi, sindiran iche di mushola tadi bikin aku tertampar.
bener2 tertampar.
dia bilang,
"ihiy.. OL tarus lah,, si akhi pank!"
"ah, ga juga. itu kan aku nanya." kataku membela.
"iih, nanya tarus. mana pina kada pentink pertanyaannya."
"eh, itu penting!"
"bagi piyan penting, tapi rasa ulun kada penting."
trus raisa nyeletuk, "untung si akhi segalanya penting, hehe.."
"iya deh, ntar aku kurangi." balasku akhirnya
"iih, bagus tuh. emang harus dikurangi."
hh.. aku bener2 bersyukur punya sodara yang bisa ngingetin kayak mereka.
dah sejak itu aku bener2 bertekad untuk ngurangi interaksi sama si akhi.
tapi bukan sekedar sindiran itu doang yang bikin tekadku bulat.
tapi terlebih karena galuh.
setelah aku mikir beberapa hari ini..
ga adil aja buat galuh kalau aku ribut minta dia ngurangin interaksinya sama sang lelaki bodoh, sementara aku bisa asik bertesti ria sama si akhi.
selain itu aku juga ga bisa ngebiarin saudariku sendirian berjuang mengekang perasaan.
meskipun hubungan aku sama si akhi ga mungkin lebih dari sekedar temen saat ini.
tapi tetep aja seharusnya aku bisa menahan perasaanku.
yup..!!!
uda aku putusin. aku akan ikut berjuang bersama galuh.
belum lagi postingan buletin nida di fs yang kembali bikin aku tertampar.
nanti bakal aku posting di postingan yang berbeda, karena buletin ini bermanfaat banget.
kurasa dia juga ga bakal keberataaan buletin ini aku publish.
yah, pokoknya aku akan berjuang.
dan aku seneng banget, karena sekarang galuh bukan lagi seorang ukhti yang membuatku sedih.
sebab sekarang dia telah kembali menjadi seorang ukhti yang membuat diriku bangga.
ukhti...
"ana uhibbuki fillah..!!"
ga da belajar, untunglah aku ga bawa buku.
ada lomba bikin nasi goreng
ada lomba futsal
ada yang buka stand
haha.. pokoknya seru.
kelasku bikin nasi goreng, karena hari jumatnya kami semua pergi ke rumah tita, jadinya kami ga punya persiapan khusus.
awalnya sih aku sempet ga yakin bakal jadi ikutan lomba masak nasi goreng ini.
soalnya ga ada yang mau masak nasi gorengnya.
well, bukan ga mau sih,
tapi ga bisa,
tapi aku sama dian pengen banget ikutan lomba.
karena ga ada yang bisa manas tu nasgor,ada yang ngusulin beli aja.
yauda akhir kata kita pada sepakat untuk beli aja nasgornya.
dian bikin garnish di rumah,
dan aku bawa barang pecah belah kayak piring sama gelas untuk tempat nasgor.
tapi disaat2 terakhir sebelum pergi sekola, dian sms aku dan bilang kalau dia yang bakal masak tu nasi goreng.
alhamdulillah, persoalan selesai sudah. pagi itu aku mencium tanda2 kecerahan masa depan.
hehe..
sesampainya de sekola, begitu dian datg kami(beberapa kaum hawa) mulai sibuk menghias dan menata nasgor.
untungnya aku bawa mangkok yang akhirnya dijadiin cetakan nasgor. setelah beberapa menit kami baru sadar kalo tu nasgor ga ada lauknya. maka diutuslah majid untuk membeli ayam dan telur rebus sebagai pelengkap tu nasgor.
beberapa jam kemudian hilma pun siap mendesain nasgor yang biasa menjadi lebih oke meskipun dengan bahan2 sederhana.
nasi goreng itupun kami namakan
"de laspagha simple nasgor"
haha.. judul yang kacau..
tapi unik juga sih..
untuk minumnya kami terpaksa beli di stand lasvadha, dan itupun sebenernya es buah.
padahal kelas lain nyediain jus tapi it's ok..
gimanapun, laspagha pantang mundur, hehe..
awalnya sempet ciut juga ngeliat hiddangan kelas lain yang rata2 "wah", ada yang tempatnya dari nenaslah, melonlah,, tapi seperti kataku tadi,
gimanapun, laspagha pantang mundur!
yang paling seru itu saat penilaian tiba, begitu ibu mada selesai menilai, kami ramai2 menikmati(lebih tepatnya berebut) nasgor itu. benar2 seperti kaum barbar yang kelaparan.
namun kapanikan langsung melanda ketika jenah berkata,
"eyh.. masi ada dua juri lagi. kenapa buhan ikam makani?? itu sensei sama mam ani belum nilai.."
haha.. masing2 langsung terdiam dicekam kebingungan. untunglah hilma langsung mengambil tindakan untuk membawa nasgor itu ke kelas dan di daur ulang..
meskipun ayamnya sudah pada lenyap kami makan, tapi lagi2..
gimanapun laspagha pantang mundur!
nasgor yang telah kehilangan rupa itu kami bentuk dari awal.
semuanya tancap gas, bahu membahu menuntaskan proses daur ulang itu.
haha..
dan tak sampai 10 menit, semuanya selesai.
sambil berlari kubawa nasgor recycle itu ke meja penilaian.
untunglah semua tepat pada waktunya.
dan lebih untunglah lagi saat sensei maupun mam ani tidak menyadari bahwa nasgor itu adala hasil daur ulang.
haha..
harusnya nasi goreng itu kami namakan "de laspagha nasgor recycle" hehe..
********
kemarin aku juga seneng banget karena ukhti sudah mulai 'pulih',
aku bangga pada tekadnya untuk berubah.
buktinya kartu xl beracun itu telah di lepas dari singgasananya. itu berarti tidak akan ada lagi sms2 ga penting dari si lelaki bodoh.
meskipun masi ada kemungkinan interaksi lewat testi, tapi paling ga itu masi terkontrol olehku.
ah, senangnya...
ternyata ikhtiarku ga sia2..
tapi, sindiran iche di mushola tadi bikin aku tertampar.
bener2 tertampar.
dia bilang,
"ihiy.. OL tarus lah,, si akhi pank!"
"ah, ga juga. itu kan aku nanya." kataku membela.
"iih, nanya tarus. mana pina kada pentink pertanyaannya."
"eh, itu penting!"
"bagi piyan penting, tapi rasa ulun kada penting."
trus raisa nyeletuk, "untung si akhi segalanya penting, hehe.."
"iya deh, ntar aku kurangi." balasku akhirnya
"iih, bagus tuh. emang harus dikurangi."
hh.. aku bener2 bersyukur punya sodara yang bisa ngingetin kayak mereka.
dah sejak itu aku bener2 bertekad untuk ngurangi interaksi sama si akhi.
tapi bukan sekedar sindiran itu doang yang bikin tekadku bulat.
tapi terlebih karena galuh.
setelah aku mikir beberapa hari ini..
ga adil aja buat galuh kalau aku ribut minta dia ngurangin interaksinya sama sang lelaki bodoh, sementara aku bisa asik bertesti ria sama si akhi.
selain itu aku juga ga bisa ngebiarin saudariku sendirian berjuang mengekang perasaan.
meskipun hubungan aku sama si akhi ga mungkin lebih dari sekedar temen saat ini.
tapi tetep aja seharusnya aku bisa menahan perasaanku.
yup..!!!
uda aku putusin. aku akan ikut berjuang bersama galuh.
belum lagi postingan buletin nida di fs yang kembali bikin aku tertampar.
nanti bakal aku posting di postingan yang berbeda, karena buletin ini bermanfaat banget.
kurasa dia juga ga bakal keberataaan buletin ini aku publish.
yah, pokoknya aku akan berjuang.
dan aku seneng banget, karena sekarang galuh bukan lagi seorang ukhti yang membuatku sedih.
sebab sekarang dia telah kembali menjadi seorang ukhti yang membuat diriku bangga.
ukhti...
"ana uhibbuki fillah..!!"
La tahZaN
Beberapa hari ini aku kembali mikir.
apa aku uda terlalu jauh mencampuri urusannya?
apa kini aku uda sampai pada batas privasinya?
atau mungkin saat ini aku uda melewati batas privasi itu?
tapi aku bener2 cemas mikirin dia.
aku ga bisa menahan diri untuk ga turut campur.
entah kenapa feelingku bilang kalau antara mereka tuh ada yang ga bner.
aku memang diam.
tapi aku yakin, dia pasti tau bahwa diamku bukan pertanda setuju.
aku yakin, dia pasti menangkap isyarat ketidaksukaan dalam diamku.
rasulullah diam ketika ada sesuatu yang tidak dia sukai namun tetap dibenarkan.
aku ga tau apakah hubungan mereka dibenarkan.
mereka hanya teman.
haha.. sebuah pernyataan yang membuatku tertawa dan bertanya
benarkah?
hh.. yang pasti semua ini tak hanya menimbulkan prasangka, tapi telah memudarkan kepercayaanku pada saudaraku sendiri.
aaaarrrrrrgggghhhh..!!!!!!!!!!
seharusnya ini ga boleh terjadi.
dia pasti kecewa jika tau aku ga percaya padanya..
hh.. aku harus percaya..!!
harus percaya..!!
toh, dia telah cukup dewasa untuk membedakan baik dan buruk.
benar dan salah.
tapi cinta bisa saja membuat orang buta.
yang benar bisa jadi salah,
yang buruk bisa jadi baik,
aaarrrgggghhh..!!!
sekarang aku harus buat apa?
ini ga seperti kasus rahma yang kunasehati dua kali kemudian kubiarkan sebab dia tak juga paham.
ini bukan tentang rahma yang pernah kami tangisi bersama.
ini bukan tentang rahma yang pernah kami peringatkan kemudian kami tinggalkan karena merasa telah gugur kewajiban.
tapi ini tentang dia.
saudari sekaligus sahabatku.
hh.. mungkin Allah sedang menguji ikrar kami dulu..
bahwa kami akan saling mengingatkan jika ada salah satu dari kami yang salah arah.
bahwa seorang dari kami akan tetap berdiri dan mengulurkan tangan ketika salah satu dari kami terjatuh.
bahwa kami akan tetap menoleh dan menunggu ketika salah seorang dari kami memanggil dan tertinggal dibelakang.
bahwa kami tidak boleh marah ketika diingatkan.
dan bahwa kami harus tetap mengulurkan tangan meskipun yang tengah terjatuh itu tidak mau menyambutnya.
aku pernah terjatuh dan dia memenuhi ikrarnya.
kini dia tengah terjatuh, dan seharusnyalah aku tetap mengulurkan tangan.
ini bukan sekedar untuk memenuhi ikrar.
tapi ini lebih karena kepedulian terhadap saudariku yang tengah terjatuh.
sudah cukup segala kesedihan.
yang diperlukan sekarang adalah tindakan..
apa aku uda terlalu jauh mencampuri urusannya?
apa kini aku uda sampai pada batas privasinya?
atau mungkin saat ini aku uda melewati batas privasi itu?
tapi aku bener2 cemas mikirin dia.
aku ga bisa menahan diri untuk ga turut campur.
entah kenapa feelingku bilang kalau antara mereka tuh ada yang ga bner.
aku memang diam.
tapi aku yakin, dia pasti tau bahwa diamku bukan pertanda setuju.
aku yakin, dia pasti menangkap isyarat ketidaksukaan dalam diamku.
rasulullah diam ketika ada sesuatu yang tidak dia sukai namun tetap dibenarkan.
aku ga tau apakah hubungan mereka dibenarkan.
mereka hanya teman.
haha.. sebuah pernyataan yang membuatku tertawa dan bertanya
benarkah?
hh.. yang pasti semua ini tak hanya menimbulkan prasangka, tapi telah memudarkan kepercayaanku pada saudaraku sendiri.
aaaarrrrrrgggghhhh..!!!!!!!!!!
seharusnya ini ga boleh terjadi.
dia pasti kecewa jika tau aku ga percaya padanya..
hh.. aku harus percaya..!!
harus percaya..!!
toh, dia telah cukup dewasa untuk membedakan baik dan buruk.
benar dan salah.
tapi cinta bisa saja membuat orang buta.
yang benar bisa jadi salah,
yang buruk bisa jadi baik,
aaarrrgggghhh..!!!
sekarang aku harus buat apa?
ini ga seperti kasus rahma yang kunasehati dua kali kemudian kubiarkan sebab dia tak juga paham.
ini bukan tentang rahma yang pernah kami tangisi bersama.
ini bukan tentang rahma yang pernah kami peringatkan kemudian kami tinggalkan karena merasa telah gugur kewajiban.
tapi ini tentang dia.
saudari sekaligus sahabatku.
hh.. mungkin Allah sedang menguji ikrar kami dulu..
bahwa kami akan saling mengingatkan jika ada salah satu dari kami yang salah arah.
bahwa seorang dari kami akan tetap berdiri dan mengulurkan tangan ketika salah satu dari kami terjatuh.
bahwa kami akan tetap menoleh dan menunggu ketika salah seorang dari kami memanggil dan tertinggal dibelakang.
bahwa kami tidak boleh marah ketika diingatkan.
dan bahwa kami harus tetap mengulurkan tangan meskipun yang tengah terjatuh itu tidak mau menyambutnya.
aku pernah terjatuh dan dia memenuhi ikrarnya.
kini dia tengah terjatuh, dan seharusnyalah aku tetap mengulurkan tangan.
ini bukan sekedar untuk memenuhi ikrar.
tapi ini lebih karena kepedulian terhadap saudariku yang tengah terjatuh.
sudah cukup segala kesedihan.
yang diperlukan sekarang adalah tindakan..
Thursday, October 30, 2008
i hope u read this blog
Celetukanmu hari ini bikin aku sadar bahwa semua ini ga semata membuatku marah ataupun kecewa.
"Dia sedih gara2 aku" kau bilang itu entah pada siapa saat melihtku merebahkan kepala, penat oleh suara2 bising disekeliling.
Ya, kau benar ukhti..
aku sedih melihatmu seperti ini
Sungguh, aku senang melihat senymmu yang terus terkembang.
Tapi alasan di balik senyummu membuatku miris,,
teriris..
kau bahkan kini tak berani berjanji..
dan aku pun tak ingin kau berjanji..
karena aku tak ingin melihatmu suatu saat menjilat ludahmu sendiri..
Aku ga tau sebesar apa badai rasa yang melandamu saat kau menerima smsnya,
mungkin ga sebesar badai di hatiku saat aku mendapat sms biasa dari si akhi..
tapi, rasanya pasti tak jauh beda..
Kau memang bukan aku yang lemah..
yang langsung buncah ketika mataku menangkap sebaris namanya..
kau bukan aku yang langsung membeku ketika sosoknya di dekatku..
kita memang berbeda dalam menyikapi rasa..
tapi polahmu hari ini membuatku tak hanya sadar,
tapi juga paham.
bahwa kau tengah terbakar..
kalian memang berikrar bahwa kalian hanya akan jadi teman,
ya, hanya teman..
tidak ada interaksi fisik yang kalian jalani..
tapi 50 sms lebih darinya...????
Ah, seandainya kudapat sms itu dari si akhi..
entah sebesar apa hatiku kini..
entah semekar apa benih itu kini..
entah sejtuh apa diriku kini..
ukhti..
taukah kau bahwa hatiku hancur membaca balasan testimu untuknya..
saat dia bertanya
"shoutout itu untuk siapa?"
dan kau membalas
"km tau aja lo' untuk siapa"
dan dia bilang
"oo.. tau ae ku ntuk sp.."
apa maksudnya..??
ukhti, apa kau tau bahwa saat itu aku menjadi marah,
sekuat tenaga kutahan airmata yang mau tumpah.
itu semua bikin aku kmbali mikir.
50 lebi sms darinya,,??
apa saja yang kalian bicarakan disana??
sungguh, aku tk ingin tau.
aku takut semakin sakit jika tau.
aku takut jadi marah dan kecewa.
dan taukah kau bahwa saat ini aku benci pada diriku sendiri.
karena aku ga bisa mencegahmu..
ga bisa menasehatimu.
ga bisa meyakinkanmu.
ga bisa menguatkan azzammu untuk menjauhinya.
aku benci pada diriku yang hanya bisa diam.
saat kau bertanya.
"aku harus gimana?"
tapi aku hanya diam sebab akupun tengah bimbang.
apa kau akan terima jika aku berkata
"tanamkan azzam untuk ga balas smsnya, ga balas testinya, jauhi pembicaraan yang melibatkan namanya, jauhi dia.."
apa kau bisa terima ..?
dapatkah kau terima ukhti..?
aku tau,
bahwa kaupun ga mau ini terjadi.
bahwa kaupun ga mau terjebak dalam keadaan ini..
bahwa kau tak hanya diam dan menikmati..
mungkin kaupun tengah berusaha menahan diri..
dan aku tau itu bukan pekerjaan mudah..
bukn pekerjaan mudah.
sama seperti aku yang mati2an menahan tangan untuk ga balas sms si akhi.
yang mati2an menahan diri agar sms itu ga lagi kupandangi.
tapi aku dan akhi,
kau dan dia,
itu berbeda...
yah, kau memang bukan aku yang lemah dan cepat buncah..
tapi, segala polahmu tadi di sekolah..
kmbali membuat gundahku pecah..
ukhti ayolah,,,
kau pasti bisa menahan rasa..
kau itu kuat, tidak lemah..
kau pasti bisa..
pasti bisa..
karena aku sedih melihatmu seperti ini.
"Dia sedih gara2 aku" kau bilang itu entah pada siapa saat melihtku merebahkan kepala, penat oleh suara2 bising disekeliling.
Ya, kau benar ukhti..
aku sedih melihatmu seperti ini
Sungguh, aku senang melihat senymmu yang terus terkembang.
Tapi alasan di balik senyummu membuatku miris,,
teriris..
kau bahkan kini tak berani berjanji..
dan aku pun tak ingin kau berjanji..
karena aku tak ingin melihatmu suatu saat menjilat ludahmu sendiri..
Aku ga tau sebesar apa badai rasa yang melandamu saat kau menerima smsnya,
mungkin ga sebesar badai di hatiku saat aku mendapat sms biasa dari si akhi..
tapi, rasanya pasti tak jauh beda..
Kau memang bukan aku yang lemah..
yang langsung buncah ketika mataku menangkap sebaris namanya..
kau bukan aku yang langsung membeku ketika sosoknya di dekatku..
kita memang berbeda dalam menyikapi rasa..
tapi polahmu hari ini membuatku tak hanya sadar,
tapi juga paham.
bahwa kau tengah terbakar..
kalian memang berikrar bahwa kalian hanya akan jadi teman,
ya, hanya teman..
tidak ada interaksi fisik yang kalian jalani..
tapi 50 sms lebih darinya...????
Ah, seandainya kudapat sms itu dari si akhi..
entah sebesar apa hatiku kini..
entah semekar apa benih itu kini..
entah sejtuh apa diriku kini..
ukhti..
taukah kau bahwa hatiku hancur membaca balasan testimu untuknya..
saat dia bertanya
"shoutout itu untuk siapa?"
dan kau membalas
"km tau aja lo' untuk siapa"
dan dia bilang
"oo.. tau ae ku ntuk sp.."
apa maksudnya..??
ukhti, apa kau tau bahwa saat itu aku menjadi marah,
sekuat tenaga kutahan airmata yang mau tumpah.
itu semua bikin aku kmbali mikir.
50 lebi sms darinya,,??
apa saja yang kalian bicarakan disana??
sungguh, aku tk ingin tau.
aku takut semakin sakit jika tau.
aku takut jadi marah dan kecewa.
dan taukah kau bahwa saat ini aku benci pada diriku sendiri.
karena aku ga bisa mencegahmu..
ga bisa menasehatimu.
ga bisa meyakinkanmu.
ga bisa menguatkan azzammu untuk menjauhinya.
aku benci pada diriku yang hanya bisa diam.
saat kau bertanya.
"aku harus gimana?"
tapi aku hanya diam sebab akupun tengah bimbang.
apa kau akan terima jika aku berkata
"tanamkan azzam untuk ga balas smsnya, ga balas testinya, jauhi pembicaraan yang melibatkan namanya, jauhi dia.."
apa kau bisa terima ..?
dapatkah kau terima ukhti..?
aku tau,
bahwa kaupun ga mau ini terjadi.
bahwa kaupun ga mau terjebak dalam keadaan ini..
bahwa kau tak hanya diam dan menikmati..
mungkin kaupun tengah berusaha menahan diri..
dan aku tau itu bukan pekerjaan mudah..
bukn pekerjaan mudah.
sama seperti aku yang mati2an menahan tangan untuk ga balas sms si akhi.
yang mati2an menahan diri agar sms itu ga lagi kupandangi.
tapi aku dan akhi,
kau dan dia,
itu berbeda...
yah, kau memang bukan aku yang lemah dan cepat buncah..
tapi, segala polahmu tadi di sekolah..
kmbali membuat gundahku pecah..
ukhti ayolah,,,
kau pasti bisa menahan rasa..
kau itu kuat, tidak lemah..
kau pasti bisa..
pasti bisa..
karena aku sedih melihatmu seperti ini.
Wednesday, October 29, 2008
puisi untuk ukhti
Entah pertemanan apa yang akan kalian jalani ukhti..
Aku ragu bisa benar2 murni
karena aku tak bisa menafikkan fakta
bahwa keadaan kalian sekarang berbeda
beberapa hal tak lagi sama
setelah segala peristiwa dan pendam rasa yang kalian buka
Seharusnya kau bisa lebih jeli memaknai segenap perhatian yang dia beri ukhti..
Sebelum akhirnya kau bisa berlari
Tapi kita tak perlu penyalahan
karena cinta memang selalu menggoda untuk dijamah
dan aku telah lebih dari mengerti walau perlahan
Bahwa mengekang rasa itu tidaklah mudah
Bahwa buncah rasa itupun tak dapat kaucegah
Tapi Sayangmu
Sayangnya
Rasamu
Rasanya
Entah akan membawa kalian kemana
Kalian boleh saja memilih dibimbing oleh sang waktu
Meski tanpa tau kemana tuju
Tapi aku sungguh2 tau
bahwa senyummu
cengir khasmu
pijar matamu
tiap polahmu
akuilah bahwa itu semua bukan tanpa arti
aku tau dan mengerti
sebab dulu aku juga merasa
apa itu buncah diamuk rasa
Aku akan jadi orang pertama yang sadar ketika segalanya mulai tak benar
Dan jika kelak kau berteriak
"jangan ikut campur!!"
Percayalah bahwa aku akan tetap turut campur
Karena sungguh,,
Akupun ingin menuntunmu
pada jalan pulang menuju Dia yang saat itu rindu padamu.
Aku ragu bisa benar2 murni
karena aku tak bisa menafikkan fakta
bahwa keadaan kalian sekarang berbeda
beberapa hal tak lagi sama
setelah segala peristiwa dan pendam rasa yang kalian buka
Seharusnya kau bisa lebih jeli memaknai segenap perhatian yang dia beri ukhti..
Sebelum akhirnya kau bisa berlari
Tapi kita tak perlu penyalahan
karena cinta memang selalu menggoda untuk dijamah
dan aku telah lebih dari mengerti walau perlahan
Bahwa mengekang rasa itu tidaklah mudah
Bahwa buncah rasa itupun tak dapat kaucegah
Tapi Sayangmu
Sayangnya
Rasamu
Rasanya
Entah akan membawa kalian kemana
Kalian boleh saja memilih dibimbing oleh sang waktu
Meski tanpa tau kemana tuju
Tapi aku sungguh2 tau
bahwa senyummu
cengir khasmu
pijar matamu
tiap polahmu
akuilah bahwa itu semua bukan tanpa arti
aku tau dan mengerti
sebab dulu aku juga merasa
apa itu buncah diamuk rasa
Aku akan jadi orang pertama yang sadar ketika segalanya mulai tak benar
Dan jika kelak kau berteriak
"jangan ikut campur!!"
Percayalah bahwa aku akan tetap turut campur
Karena sungguh,,
Akupun ingin menuntunmu
pada jalan pulang menuju Dia yang saat itu rindu padamu.
Watch out sist....!!! U're in danger..
Ternyata firasatku selama ini bener.
Akhirnya keluar juga pernyataaan sayang dari mulut sang lelaki bodoh.
Untungnya si lelaki bodoh itu ga sebodoh yang aku bayangin.
Syukurlah mereka mutusin untuk bertemen karena sadar hubungan mereka itu ga bakalan work it.
Tapi aku tetep belum bisa bernapas lega.
Karena aku sadar, bahwa rasa itu akan selalu menggelitik sudut2 berdebu di ruang hatinya.
Terlebih setelah mereka samasama tau bahwa mereka punya rasa yang sama.
Sudah pasti ada yang berbeda.
Tapi, yawdalah..
Gimanapun aku harus sadar bahwa kapasitas aku cuma mengawasi dan menasehati.
Semua keputusan ada dalam genggamannya.
Toh, dia sendiri tau apa konsekuensi dari setiap tindak tanduknya.
Dia telah lebih dari mengerti mengenai adab bergaul dengan lawan jenis yang syar'i..
Aku sepenuhnya percaya sama dia, dan aku ga boleh mengusik terlalu jauh dalam urusan pribadinya.
Meskipun dia adalah saudara sekaligus sahabatku, tapi disini privasi masih berlaku..
Tapi tetep aja, kalau sampai aku ngerasa ada yang mulai ga bener. Meskipun dia ga mau dicampuri, (maksudnya dicampuri urusannya) aku ga akan peduli. Aku tetap akan turut campur. Hehe...
Well, just wait and see..
Hmmm... kemaren aku nonton Backstreet lagi.
1 lagi seorang sahabat yang rela berkhianat sama temannya atas nama cinta.
Kenapa makin banyak aja orang yang ngehargai kepercayaan.
Makin banyak aja orang munafik..
Oiya, beberapa hari yang lalu aku baca postingan bulbo sufi yang judulnya "Mengapa?"
Gini isinya:
pilihlah mreka yg tak pernah tahu apa itu toleransi,
pilihlah mreka yg berfikir mnderita batin krn adany penguasa,
pilihlah mreka yg sdh pudar kemanusiawiannya demi kesyahidannya,
dan ktika itu trjadi teman, ktahuilah bhw kt akan bnar2 brada di jurang pmisah yg lebar tak bertepi, . . .
seseorang..
kumohon britahu aku,
mengapa . . ?
Well, aku lumayan ga setuju juga sama pendapatnya.
Aneh, seandainya orang yang rela syahid sebutnya sebagai orang yang telah pudar kemanusiaannya. Aku jadi tergelitik untuk tau, akan dia sebut apa mereka yang telah membunuh saudara2ku (dan saudaranya) sesama muslim di irak dan palestina sana?
Mungkin nanti bakal aku tanyain sama dia.
Maybe dia kecewa sama tindakan amrozi cs. Tapi seharusnya dia bisa mengerti baahwa apa yang dilakukan amrozi itu ga lebih dari manifestasi kebencian dia terhadap amerika yang uda membantai ribuan nyawa umat muslim.
Cuma masalahnya mereka salah sasaran aja. Gimanapun juga dari yang aku tangkep di film ayat2 cinta. Orang bule itu berhak mendapat perlindungan karena mereka masuk ke Indonesia itu secara syah dan legal. Aku lupa apa sebutan untuk orang bule yang berhak mendapat perlindungan itu, tapi pokoknya ada. Aku juga ga bilang karena amerika uda bikin umat islam sengsara lantas segala tindakan mereka (amrozi cs) itu jadi bener.
Oiya, satu lagi unek2ku..
ada lagi satu postingannya yang bunyinya gini:
ky na yg kUrang cUman pLajaRan Pkn aj sih..
eh, kasian,. sungguh kasian ,.
ky nA teroris nAmbAh atu Lg neh..
hAha.. mAntrap bgt dah..
kAsian Indonesia ku,
byk musuh dlm keLambu,
gara2 ga bs ke tanah arab jd na cuman bs brkoar2 dsini..
haha..
Aku sih ga tau siapa yang dia sindir, tapi bilang kalo seseorang itu teroris dan kurasa cuma berdasarkan subjektivitas belaka. itu sadis.
tapi yawdalah..
toh, setiap orang bakal mempertanggung jawabkan setiap hal yang dia lakukan, bahkan ucapkan..
Akhirnya keluar juga pernyataaan sayang dari mulut sang lelaki bodoh.
Untungnya si lelaki bodoh itu ga sebodoh yang aku bayangin.
Syukurlah mereka mutusin untuk bertemen karena sadar hubungan mereka itu ga bakalan work it.
Tapi aku tetep belum bisa bernapas lega.
Karena aku sadar, bahwa rasa itu akan selalu menggelitik sudut2 berdebu di ruang hatinya.
Terlebih setelah mereka samasama tau bahwa mereka punya rasa yang sama.
Sudah pasti ada yang berbeda.
Tapi, yawdalah..
Gimanapun aku harus sadar bahwa kapasitas aku cuma mengawasi dan menasehati.
Semua keputusan ada dalam genggamannya.
Toh, dia sendiri tau apa konsekuensi dari setiap tindak tanduknya.
Dia telah lebih dari mengerti mengenai adab bergaul dengan lawan jenis yang syar'i..
Aku sepenuhnya percaya sama dia, dan aku ga boleh mengusik terlalu jauh dalam urusan pribadinya.
Meskipun dia adalah saudara sekaligus sahabatku, tapi disini privasi masih berlaku..
Tapi tetep aja, kalau sampai aku ngerasa ada yang mulai ga bener. Meskipun dia ga mau dicampuri, (maksudnya dicampuri urusannya) aku ga akan peduli. Aku tetap akan turut campur. Hehe...
Well, just wait and see..
Hmmm... kemaren aku nonton Backstreet lagi.
1 lagi seorang sahabat yang rela berkhianat sama temannya atas nama cinta.
Kenapa makin banyak aja orang yang ngehargai kepercayaan.
Makin banyak aja orang munafik..
Oiya, beberapa hari yang lalu aku baca postingan bulbo sufi yang judulnya "Mengapa?"
Gini isinya:
aku tak brhak hakimi kalian,
pilihlah mreka yg tak pernah tahu apa itu toleransi,
pilihlah mreka yg berfikir mnderita batin krn adany penguasa,
pilihlah mreka yg sdh pudar kemanusiawiannya demi kesyahidannya,
dan ktika itu trjadi teman, ktahuilah bhw kt akan bnar2 brada di jurang pmisah yg lebar tak bertepi, . . .
seseorang..
kumohon britahu aku,
mengapa . . ?
Well, aku lumayan ga setuju juga sama pendapatnya.
Aneh, seandainya orang yang rela syahid sebutnya sebagai orang yang telah pudar kemanusiaannya. Aku jadi tergelitik untuk tau, akan dia sebut apa mereka yang telah membunuh saudara2ku (dan saudaranya) sesama muslim di irak dan palestina sana?
Mungkin nanti bakal aku tanyain sama dia.
Maybe dia kecewa sama tindakan amrozi cs. Tapi seharusnya dia bisa mengerti baahwa apa yang dilakukan amrozi itu ga lebih dari manifestasi kebencian dia terhadap amerika yang uda membantai ribuan nyawa umat muslim.
Cuma masalahnya mereka salah sasaran aja. Gimanapun juga dari yang aku tangkep di film ayat2 cinta. Orang bule itu berhak mendapat perlindungan karena mereka masuk ke Indonesia itu secara syah dan legal. Aku lupa apa sebutan untuk orang bule yang berhak mendapat perlindungan itu, tapi pokoknya ada. Aku juga ga bilang karena amerika uda bikin umat islam sengsara lantas segala tindakan mereka (amrozi cs) itu jadi bener.
Oiya, satu lagi unek2ku..
ada lagi satu postingannya yang bunyinya gini:
iLmu poLitik mantrap sdh,
ky na yg kUrang cUman pLajaRan Pkn aj sih..
eh, kasian,. sungguh kasian ,.
ky nA teroris nAmbAh atu Lg neh..
hAha.. mAntrap bgt dah..
kAsian Indonesia ku,
byk musuh dlm keLambu,
gara2 ga bs ke tanah arab jd na cuman bs brkoar2 dsini..
haha..
Aku sih ga tau siapa yang dia sindir, tapi bilang kalo seseorang itu teroris dan kurasa cuma berdasarkan subjektivitas belaka. itu sadis.
tapi yawdalah..
toh, setiap orang bakal mempertanggung jawabkan setiap hal yang dia lakukan, bahkan ucapkan..
Tuesday, October 28, 2008
Ketika kita diuji..
Setelah semua perbedaan dan perdebatan yang berhasil kami(aku+galuh) satukan dan selesaikan. Akhirnya aku sampai pada 1titik dimana aku benar-benar takut kehilangan dia. Aku benar-benar ga tau jalan mana yang kelak akan dia tapaki. Tapi aku lebih gak tau lagi sikap apa yang harus kuambil seandainya dia memilih jalan yang salah. Dan aku akan semakin gak tau ketika harus mulai mencari lagi sebuah tongkat yang akan kudaulat sebagai penguat.
Mungkin bukan gak tau, tapi emang gak mau.
Perjalanan kami uda cukup panjang, nyaris 3tahun. Dan jalan yang kami tapaki juga gak mudah. Bukan Cuma kesenangan buah kekompakkan itu yang berhasil kami kecap. Tapi perdebatan-perdebatan panjang dan melelahkan juga harus kami alami untuk menyatukan perbedaan. Jadi jangan harap aku akan dengan begitu mudah menyerah pada orang yang disebutnya lelaki bodoh itu. Jangan harap aku sudi mengerti pada apa yang entah dengan kamus mana sehingga bisa disebutnya cinta.
Yah, mungkin yang tengah melandanya kini memang benar cinta, tapi cinta seperti apa?
Well, mungkin aku ga bakal secemas ini kalau situasinya gak kayak gini.. Entah kenapa, firasatku bilang kalo perasaan mereka sama. Masalahnya adalah aku gak tau apa si lelaki bodoh itu mau repot-repot mengerti mengenai adab meramu cinta yang syar’i. Sekarang, aku cuma bisa berharap bahwa masih ada sekantong kesadaran yang tersisa dalam kepalanya.
Ah, ukhti….
Bagaimana bisa semuanya jadi serumit ini?
Hanya tak ingin kau jatuh
Ceritakan padaku ukhti..
Dengan apa dapat kubantu kau untuk mengakhiri.
Karena aku sungguh tak mengerti..
Nanti akan kutanyakan pada malam.
Dengan apa api ini dapat padam.
Asal kau di ujung sana tak tinggal diam.
Membiarkan dirimu terbakar hingga remuk-redam.
Atau nanti aku akan tanyakan pada angin ribut
Dari tanah kumuh mana rasa itu kau pungut.
Sebab disini aku cemas oleh segala tau.
Bahwa mawaddah itu kian merayu dimatamu
Bahwa hasrat itupun kurasa mulai menggebu
Tapi cinta tetap harus menunggu
Sebab kita telah sama-sama tau
Untukmu
Untukku
Belumlah halal meski kita memaksa sang waktu.
Bukan, ini bukan sekedar balasjasa
sebagai pengganti nasehatmu tatkala aku terlena
pada sengenggam rasa yang dibawanya
Kau hanya harus tau
bahwa aku hanya tak ingin kau jatuh...
Mungkin bukan gak tau, tapi emang gak mau.
Perjalanan kami uda cukup panjang, nyaris 3tahun. Dan jalan yang kami tapaki juga gak mudah. Bukan Cuma kesenangan buah kekompakkan itu yang berhasil kami kecap. Tapi perdebatan-perdebatan panjang dan melelahkan juga harus kami alami untuk menyatukan perbedaan. Jadi jangan harap aku akan dengan begitu mudah menyerah pada orang yang disebutnya lelaki bodoh itu. Jangan harap aku sudi mengerti pada apa yang entah dengan kamus mana sehingga bisa disebutnya cinta.
Yah, mungkin yang tengah melandanya kini memang benar cinta, tapi cinta seperti apa?
Well, mungkin aku ga bakal secemas ini kalau situasinya gak kayak gini.. Entah kenapa, firasatku bilang kalo perasaan mereka sama. Masalahnya adalah aku gak tau apa si lelaki bodoh itu mau repot-repot mengerti mengenai adab meramu cinta yang syar’i. Sekarang, aku cuma bisa berharap bahwa masih ada sekantong kesadaran yang tersisa dalam kepalanya.
Ah, ukhti….
Bagaimana bisa semuanya jadi serumit ini?
Hanya tak ingin kau jatuh
Ceritakan padaku ukhti..
Dengan apa dapat kubantu kau untuk mengakhiri.
Karena aku sungguh tak mengerti..
Nanti akan kutanyakan pada malam.
Dengan apa api ini dapat padam.
Asal kau di ujung sana tak tinggal diam.
Membiarkan dirimu terbakar hingga remuk-redam.
Atau nanti aku akan tanyakan pada angin ribut
Dari tanah kumuh mana rasa itu kau pungut.
Sebab disini aku cemas oleh segala tau.
Bahwa mawaddah itu kian merayu dimatamu
Bahwa hasrat itupun kurasa mulai menggebu
Tapi cinta tetap harus menunggu
Sebab kita telah sama-sama tau
Untukmu
Untukku
Belumlah halal meski kita memaksa sang waktu.
Bukan, ini bukan sekedar balasjasa
sebagai pengganti nasehatmu tatkala aku terlena
pada sengenggam rasa yang dibawanya
Kau hanya harus tau
bahwa aku hanya tak ingin kau jatuh...
Subscribe to:
Posts (Atom)