Showing posts with label poto2. Show all posts
Showing posts with label poto2. Show all posts

Thursday, June 20, 2013

Kenapa Ini Disebut Pasar Kangen


Jadi jadi jadi, hari ini puas dan menyenangkan. Mengiyakan ajakan main Nyai Ronggeng Zahra Aulianissa ke pasar kangen jogja ternyata sungguh tidak sia-sia. Menyenangkan. Rasanya seperti melarung tumpukan jenuh yang dibiarkan pepat berminggu-minggu. Semuanya. Saya bosan selama seminggu ini lemah dan jadi pesakitan di kamar. Iya, sebut saja ini pelampiasan :)





Saya senangsenangsenang. Luar biasa senang :) Tuhan memang maha baik, dibiarkannya sendi-sendi saya tidak banyak tingkah hari ini setelah berhari-hari nyeri. Sudah begitu diberkahi partner gila jadi saya tidak perlu menggila sendirian :DD Lalu menemukan yang begini ini adalah bonus dari Tuhan.

Segala macam benda-benda dahulu kala. Saya dan Zahra langsung kalap kesetanan. Ada banyak buku-buku lama, notes-notes dengan kover artis ala baheula, album kaset adi bing selamet waktu masih anak-anak, kartu-kartu bergambar yang sudah kuning dimakan waktu, juga mainan-mainan zaman dahulu. Ada robot dengan batrai besar yang di dadanya ada gambar bergerak saat dihidupkan. Banyak juga kamera analog tua yang dijual tapi sayangnya sudah tidak bisa lagi dipakai, kata abang-abang penjualnya itu cuma buat jadi pajangan.
Ah, cuma bikin gemas sekaligus ngiler mah si abang. Buat apa jual kamera kalau enggak bisa dipakai?


Di pasar kangen saya juga ketemu es tebu. Sejak kecil saya paling suka es tebu. Sayangnya di jogja es tebu merupakan komoditas yang cuma dijual di tempat-tempat tertentu. Padahal waktu kecil tebu itu tanaman yang selalu ada di belakang rumah. Di banda aceh malah penjual es tebu bisa ditemukan di mana-mana.

Lalu lalu lalu, saya sampai kosan dengan membawa pulang 13 kartu pos dan 3 buku bekas. Cuma habis dua puluh lima ribu rupiah untuk semuanya. 3 kartu pos terakhir sama abang-abangnya dikasih gratis, mungkin karena saya dan zahra anak perempuan yang baik dan manis *dilemparin ampas tebu*




Maka, ini lah dia pasar kangen.
Ketika kamu melakukan banyak hal yang sudah lama tidak kamu lakukan.
Menemukan kembali hal-hal yang kamu pikir sudah hilang.
Segala apa yang kamu rindukan itu,
lalu kamu bernostalgia.

Salam kangen :))



p.s: Heihei, kamu tau kamu juga masuk dalam sesi nostalgia saya hari ini.
Jangan ge-er ya. Cuma karena saya  kangen dan kepikiran,
bukan berarti saya belum mengakhiri kamu. 

Monday, March 25, 2013

Trip Cilacap: Mendoan, Hashtag Kode dan Bapak Perahu

Ini merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi setelah acara resepsi Bang Hilmy.

Jam menunjukkan hampir pukul 2 siang, kursi-kursi mulai dibereskan. Aku dan Kak Nadia baru saja selesai sholat dan sedang celingukan mencari Kak Adhi di tempat yang sebelum sholat tadi telah kami sepakati untuk bertemu kembali. Tetapi karena tidak juga menemukan sosok Kak Adhi aku mengajak Kak Nadia langsung ke gedung resepsi. Benar saja, Kak Adhi ada di sana, dirubungi para wanita :P
Di antara perempuan-perempuan itu, yang kukenal cuma Mbak Elvira. Entah bulan kapan, aku pernah diajak mereka ikut rekreasi Jogja-Pacitan, tapi karena sok sibuk menjijikan, aku menolak ikutan, dan akhirnya... menyesal *mengheningkan cipta 3 detik*

Entah ada angin apa Kak Adhi menawari kami berdua untuk ikut dalam rombongan mereka. "Nanti kalian turunnya di Purwokerto, Nadia ke Jakarta, Melyn ke Jogja" katanya. Meskipun tadinya berencana pulang dari Cilacap demi mendapatkan tiket Efisiensi Cilacap yang aku belum punya, pada akhirnya aku menurut saja, yang namanya adik kan memang harus nurut kata kakaknya, maka, segera setelah semuanya fiks Aku dan Kak Nadia segera izin ke dalam gedung untuk pamitan pada Bang Hilmy dan yang lain. "Jangan lupa sering main ke Kalibagor biarpun Hilmy udah nggak tinggal di sana lagi," begitu pesan Bapak saat aku dan Kak Nadia pamitan pulang. Aku mengejar-ngejar Neysa minta dipeluk, sudah harus pulang padahal baru bertemu sebentar dan akan bertemu lagi entah kapan. Kangennya aja belum selesai '"((


Neys :')

Begitu sampai di mobil, aku dan Kak Nadia ternganga. Teman-teman Kak Adhi ada banyak ternyata. Tadinya karena takut tidak muat, aku dan Kak Nadia memutuskan untuk tidak jadi ikut rombongan mereka, tapi karena Mbak Vira dan Mbak Anis meyakinkan dengan separuh memaksa bahwa mobilnya muat, akhirnya aku, Kak Nadia dan 3 wanita seksi lainnya menjejalkan diri di bagian tengah mobil yang Mas Eriz kendarai. Lalu berangkatlah kami.

Destinasi pertama begitu mengambil uang adalah stasiun. Rombongan teman Kak Adhi yang bekerja di Jakarta berniat pulang hari itu juga. Sementara Kak Adhi dan yang lainnya di dalam stasiun, memesan tiket. Aku, Mbak Anis, Mbak Vira dan Mbak Uut foto-foto di luar dengan rusuh. Lengkap dengan properti bunga krisan kuning yang kami ambil diam-diam dari tempat resepsi :P

atas: Mas Gandhi, Mas Eriz, Mbak Yolanda, Kak Adhi
bawah: Mbak Anis, Mbak Vira, aku, Mbak Uut Seksih

Begitu selesai memesan tiket dan makan, ternyata ada agenda main-main di pantai. Entah siapa yang menginisiasi tapi dugaanku pasti Bang Martha. Melihat antusiasmenya yang rela jalan kaki pulang lalu tiba-tiba sudah berganti kostum pantai. Hiyya! :DD


Sepanjang perjalanan rusuh dan seru, Bang Martha mengajak kami ke pantai Teluk Penyu. Diantara kami bersebelas, yang asli berasal dari cilacap cuma Bang Martha dan Mas Gandhi, sedangkan Mbak Anis dan Mbak Uut berasal dari Pekalongan. Maka yang terjadi di dalam mobil adalah perang antar ras karena kedua kubu saling membanggakan daerah asal. Bahkan Mas Eriz dan Kak Andan yang asalnya Bumi Ayu pun juga sesekali terikut masuk dalam perseteruan :P Aku mendengarkan mereka tanpa berkomentar apa-apa, sedikit bingung sebenarnya mereka memperdebatkan apa, yang aku tangkap adalah, ini konflik kesukuan. Jadi melipir saja, haha..

Di ujung horizon tampak sebuah pulau: Nusakambangan. :D
Teringat rancangan-rancangan trip akhir tahun lalu, aku, Kak Nadia, Bang Hilmy dan Kak Adhi pernah punya wacana berkunjung ke pulau ini, tapi sayangnya ndak jadi.


di perahu
Nusa Kambangan merupakan salah satu taman nasional yang ada di Indonesia. Pulau ini terkenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Permasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Tadinya, pulau ini memilliki 9 buah LP yang dipakai untuk menampung para narapidana maupun tahanan politik, namun LP yang masih beroperasi hingga saat ini tinggal 4 buah sementara 5 sisanya telah ditutup. Selain sebagai tempat tinggal narapidana, pegawai LP dan keluarganya, pulau ini juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka. Salah satunya adalah pohon kayu plahlar yang hanya dapat ditemukan di pulau Nusa Kambangan. Sayangnya, pohon kayu jenis ini sudah banyak dicuri sehingga jenis tanaman yang banyak tersisa tinggal jenis perdu, nipah dan belukar. Konon, pulau ini juga tercatat sebagai habitat terakhir dari bunga the true wijayakusuma, itu loh bunga yang dalam cerita wayang bisa nyembuhin orang yg sudah meninggal. Maka dari sinilah nama Nusa Kambangan berasal yang berarti Pulau Bunga.

aku, Mbak Anis, Mbak Uut, Mbak Vira, Mbak Yolanda, Mas Eriz, Kak Andan, Kak Nadia
Adek yang satu ini doyan banget di poto.
Karena dia tidak mau minggir saat kami mau poto bersama
(yang ada malah Bang Martha yg dilemparinya dengan botol air mineral kosong) akhirnya kami ajak dia ikut foto bersama saja :)
Waktu aku tanya namanya siapa dia menyahut tidak jelas.
Dengung yang sampai ke telingaku namanya Asyin, tp kata Mbak Uut namanya Ajeng.
Entah siapa yang paling ngawur.



Sebenarnya, ada beberapa objek yang dapat didatangi di pulau ini, diantaranya adalah sebuah gua yang berada di areal hutan bakau, lalu ada juga sebuah prasasti peninggalan zaman VOC. Sementara itu, di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri mercu suar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis.

 

Sayangnya, karena waktu yang terbatas kami belum bisa mendatangi satu per satu objek-objek itu. Persoalan paling krusial lainnya adalah soal sepatu dan baju. Haha.. namanya juga orang kondangan, ya setelannya semua pada rempong, nyaris semua dari kami mendatangi pulau ini dengan bertelanjang kaki. Bodohnya, jalanan di pulau ini ternyata isinya batu kerikil semua, sementara kami belum sesakti limbad maka  akhirnya kami berkeliling pulau dengan perahu, berfoto-foto saja untuk menghabiskan waktu.




Aku bahkan masih ingat rasanya semenyenangkan apa. Cekikikan sampai sakit perut sementara Mas Eriz menyetir mobil. Main ledek sana sini. Sengit-sengitan sama Bang Martha. Ngegombalin bapak perahu. Mbak Uut yang ngekodein abang-abang, juga modus Mendoan :P
Lalu ada aku yang tiba-tiba dijodoh-jodohkan dengan Kak Andan cuma karena menanyakan nama, serta celetukan-celetukan ajaib lain yang selalu mampu memancing tawa.



dan lagu I'm Yours-Jason Mraz+Jar of Heart-Christina Perri yang mengiringi perjalanan kita :'))

Monday, March 18, 2013

Extraordinary


Hari ini manis dan luar biasa :'))

Sewaktu memutuskan pergi ke kampus tengah hari tadi, mana terpikirkan bahwa akhir hari ini akan jadi seperti ini. EXTRAORDINARY!

Cuma kata itu yang terpikirkan di kepala saya selain kata luar biasa. Sekarang silahkan lihat foto di atas dan coba bayangkan bahwa segala sesuatunya dipersiapkan hanya dalam 7 jam! Dari mulai kostum, aksesoris dan tetek bengek lainnya. Begitu halnya juga dengan tarian.

Jadi, rupa-rupanya seleksi untuk festival di Doha itu mensyaratkan satu lagi tarian yang berbeda dari kami. Selain 2 tarian aceh lain yang sudah lolos seleksi. Tentu saja ini tidak main-main. Berkesempatan memperkenalkan Indonesia di kancah internasional, setidaknya inilah yang bisa kami lakukan, salah satunya melalui budaya. Sayangnya karena mungkin terlalu fokus pada Festival Belgia yang lebih dekat jaraknya, festival di Doha yang baru akan diselenggarakan bulan Agustus nanti jadi agak sedikit ter-nomordua-kan.
Tapi bersyukurlah kami punya neng ana yang adalah seorang penggerak luar biasa, juga rekan-rekan lain di dalam tim yang subhanallah kerennya :)  

Maka dimulai lah satu hari tadi dengan semangat menggebu. Neng Ana, Amel dan Halimah pergi ke sana ke mari mencari pinjaman kostum, sementara Dhea, Tika dan Dyas berkali-kali memutar ulang video tarian. Alhamdulillah Allah melancarkan, ada beberapa pihak yang berbaik hati meminjamkan tanpa harus dibayar. "Minta surat peminjaman saja," kata mereka.

Lalu selagi tim penari membuat konsep gerakan dengan memelototi secara radikal sebuah video tari kalimantan sampai kepala keliyengan, rekan yang lain melengkapi aksesoris yang diperlukan. Neng Ana akhirnya berhasil menemukan tongkat-tongkat besi entah bekas apa entah dari mana, hasil dari kerja kerasnya keliling kampus menjamahi tempat-tempat tersembunyi. Kemudian beberapa yang lain membeli kertas warna-warni beserta lem, menyihir tongkat-tongkat besi buluk tadi menjadi extraordinary.



Rusuh di Plaza.
Hari Minggu tadi, plaza lt.2 kami daulat sebagai  sekre dengan seenak jidat.
Ada yang kerja, ada yang makan, bahkan ada juga yang ketiduran saking capeknya.
Wajar, beberapa teman beraktifitas dari jam 6 pagi saat garage sale demi pendanaan festival ke Belgia, padahal malam sebelumnya kami Street Performance sampai malam benar-benar tua.




Tim penari yang lagi ngerapat soal gerakan.
Baru ngerti deh rasanya belajar tarian yang bener-bener baru dengan cuma bermodal video dari youtube dan waktu 6 jam. Tenaga abis, pikiran lelah, perut laper, haus, kadas, kurap, semuanya jadi satu :D *ditampol*
Untungnya semua orang masih pada bisa jaga emosi, meskipun ada aja oknum nggak tau diri yang malah nyoba topi baru macam orang di bawah ini, hehe



Rasanya bahkan masih lengket di kepala. Diantara resah dalam pikiran yang terpecah belah antara belum makan, belum sholat, dan gerakan yang masih acak-acakan. Belum lagi tugas-tugas yang hari Senin harus dikumpulkan. Maka akhirnya kami memutuskan break 2 jam, Mita pergi mengajar privat, Dyas pulang mengerjakan PR, Abe pulang sebentar lalu datang lagi membawa tugas-tugasnya, Tika mandi dan makan, sementara sisanya menetap demi mengerjakan hal lain yang berkaitan dengan Belgia. Lalu juga kepanikan yang menerjang begitu jam mulai menunjukkan pukul 10. Setelah capek seharian, waktu mepet dan daya tangkap yang semakin lama semakin tiarap. Entah darimana energi extra yang membuat kami semakin bernafsu menuntaskan tarian ini secepatnya. Dan kebaikan Tuhan juga seperti tidak ada ujungnya, di saat orang-orang diusir pulang karena menetap di kampus sampai sebegitu malam, bapak security kampus malah membolehkan kami tetap tinggal, walaupun KTM saya ditahan sebagai jaminan :P  Begitu juga izin menggunakan auditorium untuk keperluan rekaman tari. 
Maka inilah dia, orang-orang dengan semangatnya yang maha.
Special Thanks untuk teman-teman lain yang tidak ikut foto bersama.
Special Thanks juga untuk Nandang dan Samantha yang sebenarnya bukan anggota tim tapi rela repot-repot menyingsingkan lengan :')


Ohiya, barusan dapat email konfirmasi halaman yang kemarin kami ajukan di wujudkan.com telah lolos seleksi dan berhasil diluncurkan. Ini linknya, kalau ada waktu luang silahkan kunjungi, kalau ada yang ingin ditanyakan, just feel free to ask me.

Saleum.



Dini hari pukul 3 dan tenaga ini serasa belum ada habis-habis juga.
Yang jelas, apa yang kami lakukan dengan mati-matian seharian tadi membuat saya sadar.
Bahwa ternyata kami mencintai Indonesia sedalam ini.
Kami cuma ingin semakin banyak orang tahu tentang Indonesia,
karena ini ibu pertiwi,
dan ia extraordinary :)

Thursday, March 14, 2013

HAPPY WEDDING, BANG HIIILLLL


Jadi jadi jadi, kemarin tanggal 10 maret itu Bang Hilmy menikah juga, akhirnyaaa :D. Proses pencarian jodoh bertahun-tahunnya usai sudah :P.

Agak lucu kalau menelusuri kisah pencarian jodoh Bang Hilmy ini. Sudah sejak lama ingin menikah muda, mencari pasangan rusuknya kemana-mana, siapa sangka orang yang ia cari-cari itu sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Hikmah postitifnya mungkin ialah, jodoh baru akan datang ketika kita siap. Maka, mempersiapkan, bukan hanya ingin. Tiga tahun lalu, Bang Hil mungkin belum siap, walau sudah ingin :D



Maka, selamat menikah, Abang. Selamat berbahagia dengan Kak Rini.
Febrian dan Febrianti, sana buat satu Febri lagi #ups #dijitak.


Sepakat kan, kalau gambar ini ada yang kurang.
Kak Adhi manaaa gandengannyaa?? *teriak kenceng*
UA-111698304-1