Showing posts with label sii akhi. Show all posts
Showing posts with label sii akhi. Show all posts

Monday, June 08, 2009

nyanyi nyanyi nyampah muntah

tiba2 inget lagu kekasih sejati nya si momon. salah satu lagu favoritku waktu kelas 1 sma dulu. xixi..

aku yang memikirkan
namun aku tak banyak berharap
kau membuat waktuku
tersita dengan angan tentangmu


mencoba lupakan
tapi ku tak bisa
mengapa begini

oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
untuk ada di sini menemaniku
oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku
ku coba lupakan
tapi ku tak bisa
mengapa begini
oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
untuk ada di sini menemaniku
oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku
bila.. kau tak jadi milikku
aku takkan menyesal kelak
jatuh hatii..
oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu
untuk ada di sini menemaniku
oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku
semoga tak sekedar harapku
semoga tak sekedar harapku
****

hihi.. lagunya centil amat yakk.. yang pasti, inilah lagu kebangsaanku kalo lagi tecelebuk. :L *lirik warna ijo itu selalu berubah sesuai situasi dan suasana hati, hhoho.. maksutnya biar lebih cucokk gituhh, xixixi.. :D
yayaya.
aku tau, nyanyiin lagu ini saat ini sama aja dengan memberikan pembenaran atas suatu hal yang udah setengah mati kusangkal. tapi aku sadar, gak ada gunanya menipu diri lagi, toh setiap hal memang punya konsekuensinya sendiri.
walaupun masih agak menyebalkan menerima bahwa sosok yang telah lebih dulu ada itu bisa dengan begitu mudah terpental ke pojokan. mungkin belum benar2 terbuang tapi uda cukup terabaikan.
yayaya.
aku sadar, sejak malam tadi, segalanya gak akan lagi sama. dan dia bukan lagi orang yang bisa kuabaikan dengan mudahnya. *ugh! :#
hal yang aku pengen sekarang hanyalah supaya kegilaan in cepet berakhir dan segalanya kembali ke awal lagi. kayak dulu. tapi aku tau, sampai kapanpun dengan cara apapun manusia gak akan pernah bisa kembali ke masa lalu.
sekarang satu2nya cara adalah aku harus buat lagi awal yang baru. mungkin gak bisa persis sama, tapi seenggaknya aku tetep harus usaha. sejauh ini, yang uda terjadi memang uda bikin aku ngerasa gak berdaya, tapi aku toh uda pernah buktiin, bahwa ketakberdayaanku bukanlah hal yang bisa diremehkan oleh siapapun. sejak dulu, ketakberdayaan selalu ngasih aku kekuatan baru. kayak efek bola bekel, tiap kali terpelanting, dia pasti membal lagi, bahkan jauh lebih tinggi. ;)
kewarasan... kewarasan..!!! kembalilah kau padanya. padaku. sekarang!
:y :y :y

Monday, June 01, 2009

analogi peri dan bumi

aku peri.
dan dia bumi.
gak masalah kalo aku pergi.
di bumi masih akan ada banyak peri.

aku peri.
dan dia bumi.
bukan apa2 kalo aja aku mati.
mungkin beberapa peri harus tegar, harus sabar.
tapi toh itu bukan masalah besar bagi bumi yang besar.

aku peri.
dan dia bumi.
kalo dia meninggal.
dimana aku tinggal?

aku peri.
dan dia bumi.
kalo dia hancur.
aku juga ikut lebur.
karena peri ini hanya bisa hidup disini.
karena peri memang cuma tinggal di bumi.
butuh bukti dari yang kukatakan ini?
bunuh aku!
atau bunuh dia!


***
aku tau analogi peri dan bumi ini waktu aku baca puisi seorang temen sekolahku yang dia posting di note fesbuk. sebenernya puisi originalnya gak persis kayak gini, rasa2nya sih puisinya tuh lebih desperate lagi, huehe...
aku baca tu puisi uda lumayan lama jadinya uda rada2 lupa juga. tapi intinya sih masih tetep tentang peri yang jatuh cinta sama bumi.
baca puisi temenku itu -apalagi puisi cintanya- selalu sukses bikin aku senyum2 sekaligus ngerasa iba. puisi2 cinta yang ditulis penuh benci. desperate banget pokoknya, gak kayak puisi orang lagi fall in love, malah lebih mirip puisi korban tabrak lari. xixixi..
buat yang mau kenalan, blognya disini.

waktu pertama kali baca, aku langsung ngerasa tuh puisi nyindir aku banget. hwkwkwk..
secara situasinya waktu itu memang lagi pas banget. jamannya ‘sindrome dirasuki heliumku’ sering kambuh. jamannya aku masih suka nabrak2 tiang, pohon, tembok sekolah, mading, sampe papan announcement di depan ruang guru tiap kali ngeliat janggut-selembar-dua-lembarnya melambai-lambai diujung koridor, xixi.. *yang sialnya selalu bikin aku diketawain abis2an sama kwartet.
yep. jamannya aku masih nganggep dia bumi yang begitu besar dan aku cuma seonggok peri kecil yang gak penting.

huehe..
jadi maluu.. *bulu kuduk merona mode on.
bukan apa2, aneh aja inget dulu aku bisa segitu noraknya, xixixi...
kalo sekarang sih aku uda gak segitunya. paling gak, uda gak jejingkrakkan lagi tiap kali sii akhi ngirim sms2 motivasi biasa paling cuma senyum2 sambil guling2 dikit. gak suka nabrak tiang lagi kalo kebetulan ketemu tapi kesandung iya. hihi..

yah, gimanapun hidup itu harus maju.
dari jelek jadi bagus, dari gak baik jadi baik, dari salah jadi bener, dari malu2in jadi bisa dibanggain.
barangkali peri yang dulu itu mulai berubah jadi matahari. *cuiihh.. ghaiiyaakk
bumi tanpa matahari? bisa apa?? Hhoho.. *ciieee..hhh cuiitt..cuuiiittt.. jadi pengen muntah..

Sunday, May 17, 2009

jam 12 lewat dikit

selamat ulang tahun untukmu.
lelaki ilham dari surga.
terus ingatkan aku bahwa kita semakin tua.
bahwa kita akan kembali padaNya.

semakin dewasa.
ajari aku caranya dewasa.

genggam bara api itu ditanganmu.
jangan pernah lepaskan.
jangan pernah hempaskan.
kita hidup bukan untuk menyerah kan?!

Ya Rab, seandainya ini baik untukku.
seandainya ini baik untuknya.
berikan jalan agar pesanku sampai padanya.

Wednesday, February 18, 2009

memoar bangku pendidikan dan harapan2 yang tersimpan

pertama kali aku kenal bangku pendidikan sewaktu aku disekolahkan di TK Aisyah di kota kelahiranku. setiap hari sekolah selalu dijemput-antar naik bus sekolah. setiap hari jum'at selalu dapet bubur kacang ijo dan segelas milo. seorang teman sekaligus sepupuku pernah tertinggal di sekolah dan bus kami terpaksa berbalik lagi untuk menjemputnya.

selain itu, ga banyak yang kuingat. beberapa hal seperti tidak pernah benar2 terjadi, seperti berada diantara nyata dan mimpi.

misalnya saja ketika semua temanku menertawaiku karena menurut mereka kaus kaki yang kupakai terbalik. (dan bodohnya aku malah membuka kaus kaki kananku dan memakainya di kaki kiri, begitu juga sebaliknya yang setelah kuamati lagi ternyata ga ada bedanya).

ketika kenek bus makan mangga dengan begitu rakus tanpa mengupas kulitnya.

atau ketika sopir bus memegang dadaku sewaktu aku duduk disampiingnya saat pulang sekolah. (untung masih tk, jika tidak. pasti sepatuku telah melayang kejidatmu!)

aku ga pernah tau apakah itu nyata tau hanya khayalku belaka.
bisa jadi memang cuma mimpi, tapi bukan tidak mungkin bahwa seraguan ini karena usahaku untuk menganggap peristiwa2 itu cuma mimpi.

selanjutnya aku disekolahkan di SD Muhammadiyah mengikuti jejak papa, uwak (kakak atau abang papa) dan palek (adik papa).
tukang becak yang biasa mangkal di simpang lebih mengenalnya sebagai SD Melati karena letaknya yang bersebelahan dengan gang melati.

sd melati adalah sebuah sd kampung yang terletak tak jauh dari areal persawahan.
sebagian besar pengajarnya hanya lulusan sma, smk atau ma yang biasanya berprofesi ganda sebagai penjahit atau peladang. kepala sekolahnya sendiri mengenyam bangku pendidikan tertinggi diantara para pengajar lain yaitu lulusan d3.

jarak antara rumah dan sekolah sekitar 1km dan aku menempuhnya dengan berjalan kaki.
aku satu2nya murid di sd itu yang rumahnya paling jauh sekaligus paling tidak terpencil. dulu sewaktu perjalanan pulang, aku sering berpikir macam2 tentang kehidupan. aku suka mengamati orang lalu lalang dan para tukang becak yang membawa penumpang. saat itulah untuk pertama kalinya aku berpikir tentang Tuhan.

believe it or not,
waktu sd dulu aku percaya bahwa Tuhan hanya memberikan kehidupan dan kesadaran pada aku dan keluargaku, sedangkan makhluk2 lain hanya boneka buatan Tuhan yang tak nyata. yang dicipta cuma untuk mewarnai hariku saja.
dulu kukira hanya aku yang punya dunia. hanya aku yang bisa berkata2 didalam hati dan kepala. yang lain tidak bisa. (namanya juga anak sd)

barulah ketika telah mulai bisa mengendarai sepeda akupun bersekolah dengan menunggang sepedaku. (pernah nyungsep ke sawah dan nyaris keserempet becak).

di pertengahan semester pertama kelas 6, petualanganku dimulai.

papa dipindah tugaskan ke Aceh yang saat itu masih dalam situasi konflik.
meskipun enggan, akhirnya kami sekeluarga diboyong kesana. masih basah rasanya bagaimana seluruh keluarga mengharubiru mangantar kepergian kami.

di Aceh aku di sekolahkan di SD Muhammadiyah 2. hidup bak putri raja. pulang pergi di antar jemput, meskipun dengan mobil kantor. semuanya di fasilitasi mulai dari listrik, rumah hingga buku sekolah.
pada masa2 awal agak kerepotan mengingat banyaknya perbedaan materi yang diberikan antara sekolah lamaku dan sekolah baru. meskipun namanya sama2 sd muhammadiyah.
waktu aku sd, papa pernah di teror oleh gam bakal nyulik salah satu anaknya kalo papa ga ngirim uang entah sekian ratus juta.
hal ini sukses membuat aku dan adik2ku dilarang keluar selama entah sekian bulan.

selepas sd aku lanjut ke SMP Negeri 1 Banda Aceh. kelas 1.11, hanya 2 orang murid dari sd muhammadiyah yang masuk ke smp favorit ini.
disini banyak ketemu orang2 aneh, unik sampai menarik dan aku banyak belajar dari mereka.
disini aku ketemu sama berupa2 guru, dari yang killer, suka ngatur, suka nyuruh murid, yang sensian, tapi banyak juga yang baik dan nyenengin, diantaranya adalah bu farida (guru bahasa indonesia) sama ibu syarifah nargis (guru fisika kalau tidak salah).
disini aku ketemu sahabat2,
disini aku diajari arti solidaritas,
disini aku diajari mensyukuri,
disini aku ketemu, apa yang mereka sebut cinta. (ahhakk..!! hueekk cuih..)

sehari sebelom ujian semester2 waktu kelas dua, tsunami mengunjungi aceh. setelah 3hari dipengungsian akhirnya papa mutusin buat balik ke kampung halaman.

setelah nganggur beberapa bulan, akhirnya aku kembali ke bangku pendidikan. tanpa ujian, tiba2 aku telah berada di semester 2. aku bersekolah di SMP Negeri 2 Binjai, 6 bulan aku bersekolah disana secara gratis.
di sekolah ini aku sekelas dengan Rio, teman tk sekaligus sepupuku yang yang jaman dulu pernah tertinggal di sekolah. selain itu aku juga sekelas dengan keponakanku namun usianya sebaya denganku.
disini aku juga ketemu kakak kandung dari sepupu angkatku.

di sekolah ini aku menjalani hari2 biasa.
pergi sekolah jam satengah 7 pagi, sendirian naik angkot yang masih sepi.
disekolah duduk paling belakang dan mata kedapkedip menerjemahkan tulisan2 guru yang tak kelihatan. jarang ke kantin karena makanannya yang kurang higienis dan tak nyaman di lidah.
mengutuki lelaki menyebalkan yang duduk tepat dibelakangku yang kerjanya selalu mencari masalah. (saking sebalnya pernah nusuk tangannya pake pulpen berujung lancip sampe tembus). pulang jam setengah satu, bareng temen ato sama kak Ririn. ( sepupuku yang minjem kumpulan puisi chairil anwar punyaku tapi ga dibalik2in sampe sekarang).

kadang2 nongkrong dulu di warung es kelapa deket sekolah yang tempatnya pewe aseli, flirting anak2 sekolah laen sambil nikmatin donat cokelat bertabur kacang.

disitu aku cuma 6 bulan.
naek ke kelas tiga aku balik lagi ke aceh, karena tuntutan profesi papa.

di aceh aku balik lagi ke smpku yang dulu.
karena gedungnya uda ancur karena kunjungan tsunami tempo hari, jadilah aku bersekolah siang hari. ngungsi di gedung sma1 yang letaknya bertetangga dengan gedung smpku yang dulu.
disini aku duduk bertiga dengan putro dan dara karena jumlah meja yang tak mencukupi.
pulang jam setengah 6 dan dijemput nyaris maghrib, saat para tukang tangah berseliweran dijalanan hanya memakai handuk.
selalu merasa takut diculik kemudian diperkosa. (amitamit.. jangan sampe..)

disekolah aku jadi peminum aktif, menghabiskan 3-5 kotak fruitea setiap hari.
jarang makan karena durasi istirahat yang cuma sebentar.
dan disinilah aku merasa benar2 jatuh cinta, pada matematika. (gara2 pak sudirwan, guru matematikaku yang luar biasa).

beberapa bulan kemudian pembangunan kembali gedung smp ku rampung.
semua muridpun diboyong kembali.

disinilah kehidupan persekolahanku mulai normal.
menjalani hari2 biasa yang seru.
bolos ke kantin waktu pelajaran seni, nongkrong di toilet yang super elit (trus nyanyi sambil duduk diatas westafel), hang out tiap hari, jadi detektif dari sore sampe maghrib.
mendekati UN mulai sibuk pengayaan.
khas masa remaja. bener2 khas remaja.

setelah UN, papa dipindahin ke banjarmasin. semua keluarga pindah. sedang aku masi menetap di Aceh. ngungsi di rumah tante angkatku sambil nunggu sttb dan ijazah keluar, ngambil rapot adik2ku, ke dinas pendidikan mengurusi surat pindah mereka.
ikut bersibuk2 ria menemani elvira yang daftar masuk sma, ketemu mita yang uda sekian lama ga jumpa.
berusaha menikmati sisa2 waktuku sebelum akhirnya harus benar2 pergi.

dan akhirnya, disinilah aku sekarang.
di sebuah sma yang juga favorit dikotaku saat ini.
sempat stuck di pojok kenangan sebelum akhirnya sadar bahwa tuhan telah mengirimku disaat yang tepat pada tempat yang tepat, mempertemukanku dengan takdirku.
menjalani hari2 yang juga biasa namun penuh makna.
setiap hari makan bubur ayam di kantin deket tangga.
nunggu jemputan sambil makan buah buatan bibi.
ngecengin mas2 cakep yang kerja di TU sekolah. (gubrakkk!!!)
ketemu kwartet dan menjdi bagian dari laspagha.
ketemu orang2 luar biasa.
ketemu guru2 hebat, berdedikasi tinggi yang mengajar kami tanpa pamrih.
ketemu sii akhi, ukhti dan akhi2 yang lain.

dan dikamar ini aku berpikir sesuatu.
kemana lagi Dia akan menjejakkan langkahku?
di tanah mana lagi?

sungguh, masih jadi misteri.
yang pasti, kemanapun aku ditakdirkan untuk pergi.
entah ke bagian bumi mana.
entah ke tanah mana.

kuharap itulah jalan yang akan mendekatkanku padaNya.
mempertemukanku pada sebilah rusuk pilihanNya.

Monday, February 16, 2009

gelogelogelo..

Suatu hari Sayidina Ali dan anak buahnya sedang
melakukan perjalanan menuju sebuah desa. Kemudian
tersiar kabar bahwa desa yang mereka tuju sedang
diwabahi sebuah penyakit menular. Ketika itu Ali
langsung membalikkan Untanya dan memutuskan untuk
tidak melanjutkan perjalanan. Malah memilih
pulang. Kemudian seorang dari mereka berkata;
“apakah kita lari dari takdir Allah ya Ali?”
Kemudian Ali menjawab, “ya. Kita memang lari dari
takdir Allah. Tapi sekarang kita sedang menuju
takdir Allah.”


Cerita ini bikin aku bingung soal menyoal takdir.
Apa itu berarti manusia bisa merubah takdir mereka?

Well, aku uda lebih dari ngerti kalo jodoh, maut, rezeki itu uda ditetapkan dan ga bisa dirubah lagi. Tapi gimana dengan hal2 kecil yang keliatannya ga penting?

Misalnya aja suatu pagi aku disuruh milih mau sarapan bubur ayam ato lontong sayur. Trus aku milih bubur ayam. Apa itu berarti pagi ini aku memang ditakdirin untuk makan bubur ayam? Tapi gimana kalo seandainya aku milih lontong sayur?

Bukankah itu berarti aku yang memilih takdirku sendiri?

Terus gimana dengan janji Allah yang bilang bahwa DIA tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri.
Jadi yang merubah takdir itu siapa sih? Allah atau kita?
Kemaren2 sempet nanya2 juga sama temenku di Nimbuzz perihal ini. tapi jawabannya seringkali bikin aku ga puas. Tapi akhirnya, setelah berapa lama akhirnya aku sadar kalo ga seharusnya aku mikirin hal ini.

Cuma bikin puyeng. Dan kayaknya ga terlalu berguna juga.
Ga perlulah kita bertanya2 siapa yang memutuskan takdir2 kita. Mungkin memang tangan2 kita yang merubah takdir2 tersebut. Tapi kan dengan kehendak Allah juga.
Yah, pada intinya kita tetap harus berikhtiar dan

terus berjuang untuk mengetahui takdir kita.
Ga usah mikir ribet2.
Berjuang, berikhtiar, berdoa.
Dan takdir itu akan sampai dihadapan kita.

Hidup jangan dibikin ribet.
Simple life simple problem kan?!

Oiya, tanggal 17 bulan Mei nanti si akhi ulang taun. Aku pengen ngasi dia Al-Quran saku yang bisa dibawa kemana2 itu. Makanya ini lagi nabung dan belajar hidup hemat. Whehe..

Meskipun hari ultahnya masi lama, tapi dikepalaku uda terancang sebuah scenario penyerahan hadiah.
Rada sinting emang, tapi aku tergelitik memuntahkan scenario yang aku rancang sendiri itu disini.

Aku uda ngebayangin bakal ngasi hadiahnya tanggal 16 aja, karena tanggal 17 itu kan hari minggu.
Sebelomnya harap diperhatikan bahwa scenario ini baru ada di dalam kepalaku aja dan belom bener2 kejadian.

Jadi ceritanya, pas mau pulang sekolah aku papasan sama si akhi. Terus aku tiba2 negur,

Aku : Eh, **** (nama dia), besok kamu ulang taun kan? (sambil senyum dimanis2in)

Dia : (tampang bingung campur kaget), Iya.

Aku : Nih.. (sambil ngasi kado yang uda dibungkus rapi jali dengan gerakan anggun)

Dia : Apa nih? (senyum campur bingung).

Aku : Hehe..(senyum2 jail) surat cinta.

Dia : Hah?! (kaget stadium akhir)

Aku : (dengan santai) ntar dibuka aja dulu. Kalo ga suka ga papa. Mau dikembaliin juga ga papa. Tapi kalo bisa sih diterima kadonya.

Dia :...(ga bisa ngebayangin mukanya)

Aku : yauda deh ya, aku duluan. Assalamualaikum. (langsung ngacir)

Terus malemnya dia SMS,

“jazakillah kadonya ya ukhti. Tapi kok tadi bilangnya surat cinta? Sampe kaget ana.”

Aku bales,
“hehe.. maksudnya surat cinta dari sang pencipta. Sering2 dibaca ya surat cintanya, biar ana juga kecipratan pahala. semoga bisa jadi orang yang lebih baik. Selamat ulang tahun. Sukses selalu.”

THE END.

Haha.. sinting banget kan.
Sejauh ini sih baru semangat ngebayangin, ga tau deh entar berani apa ga. Apalagi waktu ngucapin frasa ‘surat cinta’ itu, waduh.. ga yakin deh kayaknya.
Soalnya selama ini, pas2an sama dia aja ni badan uda langsung beku aja kayaknya.
Tapi aku pengen banget ngasi dia Al_Quran saku, untuk kenang2an.

Ghag!!

Yah, yang penting masih semangat menabung.
Ayo mel, berjuang!!

Eh, iya. Besok sebagian besar temenku bakal ikut tes SMUT (Seleksi Masuk Unlam Terpadu). Semoga semuanya bisa lulus seleksi dan jadi apa yang kalian cita2in.

Oiya, bagi kalian yang mungkin baca posting ini. menurut kalian, Al Quran saku buat si akhi, bagusnya warna apa yah??
Ayo kasi saran, tapi jangan ada yang ngusulin warna pink yah.
Hehe..

Wassalam.

Friday, January 30, 2009

dodol tears syndr0me (sindr0m baru saya)

Aku sedang duduk-duduk di p0s jaga paman arif, menanti jemputan.
Sewaktu kupalingkan kepala kebelakang, sepasang mataku menangkap sepasang matanya begitu saja.

3 detik mata kami bertabrakan.
Dia melihatku.
Aku menatapnya.

Aku tercengang. Terjebak dalam matanya yang memesona. Sekelebat harapan itu ada, untuk mendapat sebaris salam atau senyumnya yang terkembang.

Tapi aku masih tercengang. Ketika kudapati ia menghilang dibalik tikungan.
Salam itu tak ada.
Senyum itu pun tak ada.
Harapan itu kos0ng belaka.

Begitupun masi saja ada bahagia yang membuncah, sindr0m 'dirasuki helium' ku kembali lagi.
Dan tiba-tiba saja kurasakan sesuatu menusuk-nusuk hidungku, seperti membawa atm0sfir haru, dan tiba-tiba pula pandanganku mengabur.
Datang sebentar, kemudian hilang.
Persis seperti jelangkung.

Kejadian ini telah terjadi berkali-kali, maka aku merasa perlu untuk menamainya.
Maka kunamai ini "d0dol tears syndr0me".
K0ny0l. Benar-benar k0ny0l.

Bagaimana bisa aku dilanda 2 sindr0m sekaligus??
Pastilah penyakitku ini sudah sangat akut. Entah stadium berapa.
.Parah.

Aku masih tak tau ini apa.
Masih tak tau apa yang salah.

Bagaimana mungkin mencintainya bisa membuatku menangis sekaligus merasa bahagia??
Mengapa dia bisa membuat airmataku tumpah dengan begitu mudah??

Seandainya bisa, aku ingin bertanya pada Andrea,
"ini sakit gila n0m0r berapa?"

aku sungguh-sungguh tak mengerti.

Adakah seseorang yang punya teori tentang ini??

Seseorang, t0long beritahu.
Ada apa denganku??

PS: kuharap aku telah menggunakan EYD yang baik dan benar dalam posting ini. Ini kulakukan sebagai bentuk penghargaanku yang sangat kepada Ibunda Guru Fuji Hidjriyati, guru bahasa ind0nesiaku tercinta.

Monday, January 26, 2009

ada apa dengan d0dol??

Sepertinya beberapa hari ini aku terus dihantui oleh kata2 d0dol.
Selama ini d0dol emang selalu jadi kata fav0ritku.

Tapi aku belum pernah menemukan begitu banyak kata d0dol seperti beberapa hari ini.

2 hari yang lalu di gramed aku nemu buku yang judulnya "anak k0s d0dol" trus versi ke2nya berjudul "anak k0s d0dol (lagi)", aku juga nemu buku judulnya "catatan d0dol seorang istri" (afwan, kalo salah penempatan kata d0dolnya, s0alnya uda rada2 lupa), trus ada "gokilm0m: diary seorang mami d0dol", duh p0k0knya macem2 deh.

Aku baru tau kalo ternyata kata d0dol lagi ngetren saat ini, hoho..

Eits, tapi misteri penggunaan kata d0dol ga sampai disitu aja.

Kemaren si fitri bilang aku d0dol cuma karena aku mau2 aja disuruh2 sama dia (heran, org berbuat baik malah dibilang d0dol), mama juga kemaren ngeledekin aku, bilang aku d0dol.

gag itu aja, tadi malem aku ngelakuin 1lagi tindakan d0dol dengan nangis ga jelas cuma gara2 udin sms'an sm si akhi, haha.. Ini baru bener2 d0dol mengingat mereka cuma sms'an 2x d0ang dan itupun karena ga sengaja. Dasar d0dol !!!

Tapi itupun bel0m berakhir, baru aja aku baca message si ragnald yang minta dikirimin d0dol duren. Gara2 ini aku jadi ngidam d0dol bengkel, ato d0dolnya wak nana juga jadi deh, hehe..

Um, setelah aku pikir2. Apa mungkin ini semua gara2 aku ngeledek restu d0dol, waktu L kemaren??

Yah, bisa aja. Siapa tau restu ga terima waktu itu.
Mungkin memang aku musti sungkeman dulu sama restu biar kata2 d0dol ini tak lagi menghantuiku.

Hm, patut dic0ba sepertinya.

Tambalan: aku masi heran kenapa aku bisa begitu mudah menangis untuknya. Aku menangis untuk hal2 sepele tentangnya. ini k0nyol, benar2 k0ny0l. Apa obsesiku (kalo itu disebut obsesi) uda sedemikian akut?

Padahal, ketika menangis aku tak pernah benar2 niat menangis. Kejadiannya selalu tiba2, tiba2 saja airmata telah menggenang dan siap tumpah.
Aku ga tau apa yang salah. siapa yang sebenarnya berkhianat padaku? Apakah hati? ataukah mata?

Entahla, mungkin aku akan buat 1postingan yang menganalisis tentang hal ini. Judulnya "misteri airmata si gadis d0dol" tapi kalo kalian merasa judul ini kurang b0nafit, kalian b0leh memberi masukan.

Bwahagh.. dasar d0dol !!!

Friday, January 23, 2009

al hubbu fil qalbi

Harusnya dari dulu aku sadar diri, kalo perasaan kayak gini gag gampang untuk dijalani.
Harusnya aku gag lupa kalo dia juga manusia.
Harusnya aku ngerti dari awal kalo sebenernya gag ada sesuatupun yang bisa memproteksiku dari sakit hati.

Lama2 gag nyaman juga dib0dohi sama perasaan yg belum halal ini.
Tapi aku gag tau harus gimana lagi.

Huh,
aku kayak orang sinting aja nyer0c0s dblog ini. Cuma bikin yang baca bingung.

Jadi maaf kalo uda bikin kalian bingung.
sebenernya aku juga lagi bingung.
Bingung mau crita masalahnya darimana.

Tapi gag papa, nyer0c0s disinipun uda bikin aku sedikit lega.
Yah, mau gimana lagi.
Sebab disinilah tempat hati dan pikiranku tumpah.


Emang cinta itu anugerah, tapi terkadang dia juga bikin susah.

Al hubbu fil qalbi,
baru sekarang aku bener2 ngerti kalo sebenernya ini gag semudah yang kupahami.
Meski ribuan ikrar dan sabar telah c0ba kucek0k kedalam kepala.
Ini tetap gag mudah

Sekali lagi afwan kalo bikin bingung.

Oia, 1lagi.
Aku uda putusin u/ gag nangis k0nyol lagi kayak pagi tadi.
Bukan karena aku mandang nangis itu sebagai sesuatu yang hina, cuma aku ga mau aja si akhi jadi ngerasa bersalah gara2 uda bikin nangis anak orang, padahal kan si akhi gag salah apa2.

Lagipula aku juga gag mau terus2an diketawain kwartet gara2 suka nangis gag jelas untuk sesuatu yang masi samar.

kadang nangis bisa bikin kita lega, wal0pun sebenernya itu gag menyelesaikan masalah.
Tapi kalau kita nangis untuk sesuatu yang belum pasti alias cuma karena parn0 d0ang, itu namanya k0ny0l. C0nt0hnya kayak aku tadi pagi.
ghag..ghag..

Yauda, p0k0knya aku gag mau nangis lagi.
gag mau paran0id lagi.
kalo bisa si gag mau mikirin si akhi lagi.
ghag..ghag..

PS: huft.. lega..

Monday, January 12, 2009

lagi pengen curhat dikit

Tadi siang, pelajaran kimia k0song. Jadilah kami (kwartet), memutuskan menggunakan jam k0song itu untuk duduk2 ngaso di depan kelas..

Kami ng0brol tentang banyak hal, dari mulai cerita kesurupan, ular, poc0ng sampe cerita poc0ng naek sepeda yang ternyata maling. Setelah tertawa tergelak2, akhirnya sampailah pada obr0lan yg lebih serius, yaitu mengenai rencana2 kami selepas sma.

"eh, kamu beneran mau masuk kedokteran gal?" (udin nanya ke galuh yang lagi iseng buka2 brosur universitas Ubaya).

"iya, pokoknya harus tu pang kedokteran." (jawab galuh ambisius).

"opti0n lain pang?" (ini cmy yang nanya).

"tau.. bel0m kepikiran."

"jadi d0kter kandungan aja gal." (aku ikutan nimbrung).

"yah, itukan nanti pas ambil spesialis.. Kan harus jadi d0kter umum dulu."

"eh, berarti kamu sama kayak si akhi, pengen ngambil ked0kteran juga." (udin yg ng0m0ng).

"hah?!? Beneran?? Kamu tau darimana din?" (tanyaku dengan antusiasme luarbiasa tinggi, begitu mendengar nama si akhi).

udin,cmy,galuh tersenyum penuh arti.

"emang kamu gag tau, anak (disens0r, karena menyebut nama kelas) kan emang pada pengen masuk ked0kteran." (jawab udin).

"wah, jadi ntar bisa satu kampus d0ng sama galuh, janganjangan 1kelas lagi, hoho.." (cmy ikutn nimbrung).

"eh iya, nii.. nanti mereka jadi deket d0ng. Kayak pa tuh??" (udin mulai meng0mpori).

"hmm.. bener juga din, ntar kalo si akhi naksir ana gimanaa??" (si galuh sok panik, tp sbenernya manas2in).

"hwaa.. jangan gitu d0ng, u gag b0leh mendahului ana." (resp0nku sok panik, sambil nahan senyum).

"ih, ntar kalo mereka kawin beneran gimana mel?" (udin makin giat memprovokasi).

Selanjutnya, tawa kami berempat pecah. Tergelak2, entah karena apa. Kami masi saja tergelak ketika kurasakan mataku memanas, dan tiba2 saja pandanganku menjadi kabur. Saat itu aku sangat sadar bahwa air mata telah menggenang di pelupuk tapi aku masih saja tergelak (kurasa ini tanda2 kegilaan), semakin keras aku tergelak semakin banyak air mengaburkan pandang. Hingga akhirnya bendungan itupun jeb0l juga. Airmataku tumpah. (?!?)

mereka tercengang. aku terheran, masi belum benar2 paham.

***

dalam sejarah pernaksiranku sama seseorang, kayakny emang cuma si akhi yang bisa bikin aku bertindak konyol kayak gini..

Bener2 sinting, obr0lan kayak tadi bisa bikin aku nangis ga jelas kayak gitu.

Beberapa jam lalu, aku memang masi bel0m paham sama kejadian aneh waktu ngaso tadi. Tapi waktu pas pelajaran fisika, galuh tiba2 nanya sambil ketawa,

"kamu beneran ya sama si akhi?"

"beneran apa?" (aku sok inn0cent).

"beneran pengen menjalani hubungan dan hidup bersama.." (katanya sambil senyum jail, tapi tetep keliatan serius)

disitu aku terdiam sebentar, dan akhirnya aku cuma bisa kasi senyum buat galuh. Senyum yang aku sendiripun gag tau artinya apa.

Sejak itu, aku ngerasa aneh sama diriku sendiri. Aku berusaha mencerna lagi, seperti apa sebenernya perasaanku sama dia.
Apa cuma naksir biasa??

Ok, mungkin lebih dari sekedar naksir. Tapi dengan aku sampai nangis kayak tadi cuma karena ngebayangin si akhi berakhir dengan yang laen. Entah kenapa bikin aku ngeh, bahwa mungkin aja perasaanku ini mulai ga sehat.

Sepertinya aku jd aga ambisius, ga rela dia sama orang laen. Baru ngebayangin aja aku uda nangis2, gimana kalo bener kejadian coba ??
Huh, ga tau lah..
Padahal harusnya aku sadar kalo ga ada 1pun yang bisa jamin, kalo si akhi itu j0dohku.

memang, mawaddah2 yang kurasa di awal2 dulu uda jauh berkurang, karena nyaris gag ada lagi interaksi (bahkan k0munikasi) diantara kami. Yah, kalopun ada paling cuma deg2an dan salting2 gag jelas kalo kebetulan ketemu, dan itupun jarang banget.
Tapi, aku masi bel0m ngerti,
air mata itu berarti apa?
Perasaan macam apa yang ingin diisyaratkan oleh sang air mata??
Apa airmata itu berarti bahwa aku uda jadi ambisius?

Arrggh.. Ga tau laa..
Cinta memang selalu ngebingungin dan bikin pusing.

Yang pasti, kalo aku gag cepet2 belajar untuk mulai memanage rasa jeal0usku, mungkin saja saat2 kehancuranku itu hanya tinggal hitungan.

Karena memang ga ada yang jamin kalo dia adalah sebilah rusuk yang ditakdirkan untuk menggenapiku,, jadi kalo emang pada akhirnya aku harus hancur. Aku cuma berharap bahwa DIA masi mau memberiku kekuatan untuk bangkit dan kembali berdiri.
Wallahu'alam..

c0retan tambahan:
afwan kalo curhatnya aga lebay..

Sunday, December 07, 2008

bukan patah hati

Aku menyerah, untuk mencinta.
Ajari aku, melupakanmu…

lagu ini dinyanyikan galuh sewaktu hujan turun dengan deras siang tadi.
lagu ini juga yang bikin aku mewek campur ketawa miris dihadapan langit yang sedang menangis.

dan lagu ini pulalah yang akhirnya aku nyanyikan dengan suara serak yang nyaris tak terdengar ditingkahi hujan.

selintas waktu kemarin aku memang benar2 ingin menyerah.
ketika kulihat si akhi dengan mereka.

tertawa..

bahagia..

entah membicarakan apa.

hingga aku terluka..


sewaktu hujan kemarin aku kembali tertampar.
aku kembali sadar,
bahwa barangkali aku telah berharap terlalu banyak padanya.
bahwa ternyata tak seharusnya lah kugantungkan asaku begitu tinggi.
sekarang aku terjatuh,
terhempas,
mencium bumi,
salah siapa?
seharusnya tak kubiarkan helium itu merasukiku berulang2.
seharusnya aku tak mengimpikan apapun,
sebab diapun tak pernah menjanjikan apapun.

sekarang aku mulai bisa berpikir jernih,
mulai kulihat 1pesan yang ingin disampaikan tuhan padaku siang tadi,
bahwa dia ingin aku mandiri,

“tak usah kau gantungkan harapmu pada manusia, cukup padaku saja. karena akulah penguasa semesta. lagipun bukankah kau yang memutuskan untuk menyukainya? lalu kenapa kau marah? bukankah dari awal, kau telah berikrar untuk mencintaiya dengan tulus. cinta tak banyak menuntut. sadar2lah kau pada pilihanmu sendiri.”


haha… mungkin itu yang dia katakan.

yah, itu memang benar.

akulah yang memutuskan untuk menukar kekagumanku denga perasaa ini.
akulah yang berikrar untuk tak menuntut apapun dari perasaan ini.

ini semata salahku karena membiarkan diri berharap lebih.
ini salahku karena begitu mudah melambungkan diri.
ini salahku karena begitu gampang terlena pada hal2 biasa yang ditawarkannya.

ini salahku.

karena bukan salahnya jika banyak orang kagum padanya.
bukan salahnya jika beberapa anak aksel membuat fans club untuk mengagumi pesonanya.
dan bukan salahnya pula jika dia jatuh cinta pada orang lain.
benar2 bukan salahnya.
toh, dia tak tau bahwa aku sebenarnya memendam rasa.


aneh.
mengingat sewaktu hujan turun kemarin siang, aku merasa begitu membencinya.

padahal aku tak harus membencinya.

aku yang terlanjur besar kepala ketika melihat coment di fsnya sendiri.
bukankah dari awal aku tau bahwa wanita itu tak mungkin aku.

tapi sekuat apapun aku berkelit, tetap saja asa itu membelit.

dan ketika kudapati dia begitu sumringah dengan perempuan lain..
ugh,,,

aku hanya tak habis heran mendapati seorang akhi, bisa begitu dekat dengan kaum hawa.
yah, aku tau akhi memang dekat dengan siapa saja, bahkan kaum hawa sekalipun.
peristiwa kelas satu lalu telah membuatku lebih dari paham tentang wataknya yang terkadang kelewat supel.

tapi yang bikin aku ga bisa terima adalah bahwa saat itu dia lelaki sendiri.
aku tau dia memang dekat dengan trio muslimah di kelasnya.
hanya saja, memikirkan bahwa salah satu dari 3orang itu adalah orang yang dia taksir bikin aku kembali sesak.

galuh bilang ; “ga mungkin. uda tenang aja, si akhi itu sukanya sama aku. hehe…”
cmy bilang ; “uda ga usa dipikirin. kamu jangan sedih lagi dong!”
udin bilang ; “kayaknya sih bener. tp gak tau deh. kita mikir kemungkinan terburuk aja”

sekarang aku pusing.
mungkin lebih baik hal seperti ini tak usah aku pikirin.

bukankah ‘bertepuk sebelah tangan’ tlah biasa ku alami.
dan inipun seharusnya bisa aku lewati.

tak apalah,

akan kubuktikan bahwa aku ini tulus.
tak banyak menuntut.
menerima dia apa adanya.
aku akan belajar untuk tak lagi melambung.
cukup kucintai dia dengan sederhana.

akan kubuktikan,
meski aku telah kalah.
aku ga akan menyerah.
ini bukan patah hati.
tapi ini hanya sedikit tamaparan untuk membuatku lebih sadar diri.

SEMANGAT..!!!

unpredictable

beberapa hari ini aku keranjingan chatting di nimbuzz. Sempet addict juga sama aktivitas satu itu, tapi untunglah beberapa hari ini aku uda mulai ngurangin intensitasnya, soalnya ada begitu banyak hal yang harus aku kerjain, biasalah uda kelas tiga. jadi tugas pada numpuk.

Ga kerasa uda hampir seminggu aku ga online.

haha...

pastinya uda banyak banget temen maya aku yang ngangenin aku. Mau gimana lagi, masih banyak yang musti aku selesain.
laporan kimia aja baru selesai setengah, sedangkan tugas karya tulis aku baru mulai, hehe...

Tapi aku kangen juga sama temen-temen cyber aku.
kangen sama diskusi-diskusi kami tentang masalah fikih.

aku kangen sama fajar, akhi centil yang lumayan jago soal hadist n kayaknya uda ngebet banget pengen kawin.

kangen sama so_A, ukhti yang selalu haus akan ilmu.

umm,, kangen sama becandaannya si om.

sama imah si anak dokter..

sama si mbah..

sama ~cede~..

sama the wise rangon..

sama akhi feri..

sama nehal-khan, cowok india yang dengan seenaknya kudaulat sebagai kakak..

trus sama razi juga..

entahlah,,
aku ngerasa deket aja sama mereka..
padahal sekalipun kami belum pernah ketemu..

mungkin kesamaan aqidah yang mengikat kami sebagai saudara itulah yang membuat kami dekat.

hasrat kami yang ga pernah padam untuk memahami islam, lagi dan lagi..

ketulusan mereka membagi ilmu yang mereka punya, benar-benar membuatku betah berlama-lama.

tak peduli meski jempolku bengkak seperti terserang tumor.

tak peduli meski dompetku mulai terkena kanker.

ahh...

jadi kangen online..

hehe...

******

umm.. hari ini banyak banget hal yang ngagetin..

nanti malem aku uda mulai les di PG,,
padahal aku baru tadi ini daftarnya..

shock..

tapi it's ok..

yang lebih ngagetin lagi, begitu aku nyampe rumah, di ruang tamu uda nongol jupiter merah yang belum ada platnya..

haha...
aneh..
segalanya begitu mendadak..

tapi seru..

oiya, tadi aku ketemu lagi sama si akhi.
ntah kenapa aku jadi mikir apa yang ngebuat aku segitu naksirnya sama dia..

cakep?
ga.

ganteng?
iya, hehe..

ga ganteng2 amat si..

tapi yang bikin aneh tu kelakuan aku kalo ketemu dia..

tadi aja aku sampe nabrak buletin board di depan kantor guru, gara2 penyakit ga jelas aku kambuh begitu mataku menangkap sosoknya.

padahal dari seluruh sejarah pernaksiran aku sama seseorang ga ada tuh ceritanya aku punya kelakuan aneh kayak gitu..

biasanya kalo lagi fall in love, paling aku cuma kena sindrom perasaan ga karuan tapi hati buncah berbunga2 yang biasa kusebut 'sindrom dirasuki helium'

thats it..

ga ada ceritanya aku sampe salting ga jelas.

emang sih salting, tapi saltingnya aku dulu tuh jenis salting yang caper abis.

tapi kali ini ga.

Kali ini salting aku tuh jenis salting dimana aku berusaha sekuat tenaga menutup diri untuk tidak terlihat (yang kacaunya malah membuatku jadi pusat perhatian).

misalnya aja kemarin wktu aku plus kwartet u_u @_@ mau balik ke kelas abis dari kantin. Dari parkiran aku uda liat dia karena aku tanda banget sama kaos abu2 yang biasa dia pake.


bagitu radarku menerima sinyal tanda keberadaannya, kontan aja sindrom dirasuki heliumku(yang sangat tidak jelas dan tak beralasan) itu kambuh..

"mampus gue.. mati deh.. mati.. mampus lo mel.. mampus.. mampus.."

seperti biasa, mulutku langsung mengeluarkan password sakti yang biasa kuucapkan tanpa sadar setiap kali tanpa sengaja bertemu dengannya.(kebiasaan ini harus kuhilangkan).

kemudian refleks aku memutar tubuh dan berjalan berbalik arah, namun akhirnya aku malah tersesat diantara rimba sepeda motor dan tak menemukan celah untuk keluar dari situ.

sialnya, meskipun telah memutar arah, pada akhirnya aku tetap berpapasan dengannya.

yang lebih parah lagi, aku dengar dari galuh,udin,cmy, kalo ternyata dia ketawa ngeliat segala ulahku tadi.

hha... dia pasti menertawakan kebodohanku hingga bisa terjebak di antara deretan sepeda motor itu..

benar2 memalukan..

uda gitu, tadi waktu aku dan kwartet u_u @_@ minus galuh, mau pergi ke mushola untuk shalat zuhur. Waktu dikoridor tuh aku uda liat dia yang mau balik ke kelasnya abis dari musola,, karena ga tau mau ngumpet kemana akhirnya aku balik arah and jalan mundur.

Tapi karena deg2an, pikiranku langsung nge_blank en ga tau kenapa akhirnya aku malah loncat_loncat di tengah koridor kayak anak tk yang lagi sarap. Dan sialnya, tindakan cerdas aku itu malah bikin dia ga bisa lewat karena aku menguasai koridor. Jadilah dia berdiri di belakangku melihat cewek tolol yang loncat2 ga keruan kayak anak tk.

Satu lagi tindakan paling cerdas yang pernah aku lakukan..

hh.. memalukan.

Dan tadi, setelah membaca coment di fsnya, aku ngerasa kayaknya dia lagi jatuh cinta. Comentnya aneh, baru kali ini aku liat si akhi ngomong soal cinta.

Aku ga tau dia lagi naksir sama siapa. Tapi bener2 aneh mengingat saat ini aku bukannya marah ato kecewa. Padahal biasanya aku paling sensi sama hal kayak gini, apalagi menyangkut tentang si akhi.

Setelah baca coment itu aku malah ngalamin lagi yang namanya sindrom dirasuki helium, aku malah seneng.

Aku ga ngerti ini ngarep ato apa, tapi aku ngerasa cewek yang lagi dia taksir itu aku..

Haha… ini sih namanya ngarep..

Dasar gila aku ini..

Padahal aku tau banget kalo hal kayak gitu tuh bener2 ga mungkin.

Imposible.

Secara si akhi gitu loh…

Argghh… bodo ah…

Bodo..
Cape mikirin gituan, mending dijalanin aja dulu apa adanya..
Hehe..


Umm… hari ini si patudu idol datang ke sekolah gara2 esia lagi ngadain sosialisasi..

Weleh.., jelas aja tuh cewek2 pada jejeritan histeris ga keruan.
Aku sih males,,

Finally, aku malah nongkrong di mushola bareng sanah, restu, sri dan seorang temen dari sma lain. Kita liqo mandiri..

asik banget.

Karena kak enong ga bisa datang karena sakit,akhirnya kami mutusin untuk bahas tafsir.

Kami baca tafsir tentang aisyah yang waktu itu kena fitnah, lumayan dapet ilmu baru… dan lebih manfaat juga, daripada jejeritan ga keruan hanya untuk mengagumi seorang manusia biasa yang ga jelas juga dimana hebatnya.
Hehe..

Yah, after all.. hari ini oke lah..
Alhamdulillah..

PS: kebersamaan antara aku, galuh, cmy and udin akhirnya menghasilkan sesuatu.
Kwartet u_u @_@. Itulah kata yang entah bagaimana caranya bisa menjadi pilihan kami untuk menamai diri kami ber4.

Monday, November 17, 2008

di ujung perjuangan

hh..
akhirnya tugas LC untuk buat mini photo album tuntas juga.
setelah segala perjuangan selama 3hari ini.
ujan, gelap2an karena mati lampu, pulang sore, pergi les telat, tanga sampe kriting guntingin segala hiasan yang kecil2.

semuanya TUNTAS.

dan hasilnnya sangat memuaskan.

haha..
senangnya..
tugas berhasil dikumpul tepat waktu..
mudahan aja nilainya bagus.

mini photo album itu kami kasi judul,

"colour of d'laspagha"

menurutku sih tu judul cocok banget mengingat mini photo album kami emang colourful abis. hehe...

pokoknya top lah..

*****

tadi aku nonton lagi video yang dibuat para ikhwan waktu MOS tempo hari,

hhh...
tiba2 aja ntah kenapa semuanya jadi ngangenin.

apalagi setelah liat para MD rapat, ntah kenapa aku jadi kangen rapat.

segala keceriaan waktu dapet ide brilian,

tiap guyonan yang terlontar ditengah suntuknya rapat,

tawa yang kami pecah bersama2

wajah2 bingung waktu dapet masalah,

plus segenap ketegangan pas evaluasi tiba.

paket lengkap dah..

belum lagi kalo inget wajah2 mupeng ikhwan kalo ngomongin makanan.

haha..

aku yakin banget, kalo paraa ikhwan disuruh milih,
enakkan mana ngomongin cewek atau ngomongin makanan.
pastilah mereka bakal milih yang kedua, karena ngomongin cewek ga bikin kenyang. haha...

dasar ikhwan..!!

hhh...
aku kangen.

*****

hmm.. tadi aku ga sengaja ketemu si akhi, haha.. dia inget hari ultahku..

hh.. hal yang wajar sebenernya.
seharusnya aku ga perlu ngebesar2in hal ini.
paling juga dia tau hari ultah aku dari fs, tapi tetap aja.

ini ga pernah mudah untukku menganggapnya biasa.
sebab saat ini dia bukanlah orang biasa untukku.

Well, mungkin dulu dia pernah jadi orang yang kuanggap biasa,
sama seperti galuh, aku menganggapnya seperti kakakku sendiri,
terkadang kuabaikan,
tak jarang kusepelekan,
tapi lebih sering kukagumi,

dan sejak awal semester5 kemarin,
ketika telah bulat aku putuskan untuk merubah kekagumanku menjadi kesukaanku padanya, semua berubah.

aku memutuskan untuk menyukainya karena menurutku dia pantas untuk kusukai, dan kukagumi tentu saja.

menyenangkan ketika kita menyukai seseorang bukan karena kita mengakui, tapi karena kita memutuskan untuk menyukai.

aku pikir dengan begini aku ga lagi jadi pribadi yang akan menangisi kenapa aku harus jatuh cinta, kenapa aku bisa mendua dari DIASANGMAHAPENCIPTACINTA, kenapa rasa yang belum saatnya ini DIA beri,

dengan begini aku sadar bahwa aku tak boleh menggugat sebab aku yang memutuskan untuk menyukai.

rasa ini kuanggap anugerah, tak akan kubuang,
aku cukup paham untuk menjalaninya apa adanya,
meski tak jarang aku takut jatuh tercebur,
beberapa hal telah memberiku tau bahwa dibelakangku ada dini yang siap menghibur,
ada banyak ukhti yang siap menegur,
dan ada galuh yang takakan pernah lelah untuk tetap mengangsurkan tangannya jika aku benar2 tercebur.

1hal yang aku selalu ingin tau,

tanpa kupupuk dan siram, seberapa lama rasa ini sanggup bertahan?

Wallahu'alam.
UA-111698304-1